Kota Medan

Nikah Massal 23 Pasangan, Lengkap dengan Uang Saku: Menikah Memang Gratis, Bertahan yang Mahal

177
×

Nikah Massal 23 Pasangan, Lengkap dengan Uang Saku: Menikah Memang Gratis, Bertahan yang Mahal

Sebarkan artikel ini

MEDAN I TERITORIAL24.COM – Ada kabar baik bagi 23 pasangan di Medan. Mereka akhirnya resmi menikah secara sah dalam acara nikah massal yang digelar bertepatan dengan Milad ke-25 Pengajian An-Nisa di Raz Plaza Hotel, Jalan Dr Mansyur, Rabu (30/9/2026).

Bukan cuma buku nikah yang dibagikan. Para pengantin juga mendapat pakaian, mahar, ongkos, uang saku, sampai penginapan hotel. Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin Harahap bahkan ikut menambah uang saku untuk para pengantin.

Lengkap sudah. Tinggal satu hal yang tidak bisa disediakan panitia: garansi rumah tangga awet sampai tua.

Sebab, seperti kata Zakiyuddin, menikah itu mudah dan gratis. Yang sulit adalah mempertahankannya.

Kalimat tersebut terdengar sederhana, tetapi mungkin justru bagian paling penting dari acara ini. Sebab buku nikah bisa diserahkan secara simbolis, uang saku bisa ditambahkan, mahar bisa disiapkan, bahkan kamar hotel bisa disediakan. Namun, setelah acara selesai, kehidupan rumah tangga tetap harus dijalani oleh masing-masing pasangan.

Dan kehidupan rumah tangga, sayangnya, tidak punya fasilitas “serah terima kunci” seperti rumah baru.

Zakiyuddin bahkan menyebut angka perceraian di Kota Medan meningkat, dari sekitar 3.500 kasus pada 2024 menjadi 3.800 kasus pada 2025.

Artinya, persoalan rumah tangga memang tidak berhenti pada pertanyaan klasik: “Kapan menikah?”

Setelah menikah, pertanyaannya berubah menjadi: “Bagaimana supaya tidak bercerai?”

Di hadapan para pengantin, Zakiyuddin mengingatkan agar persoalan ekonomi dan godaan perselingkuhan tidak menjadi alasan untuk mengakhiri pernikahan.

“Jangan pernah bercerai hanya karena harta atau godaan perselingkuhan. Jaga kebersamaan, saling mendoakan, dan lindungi amanah anak yang diberikan,” katanya.

Nasihat tersebut tentu terdengar familiar. Hampir semua orang tahu bahwa rumah tangga harus dijaga, pasangan harus saling memahami, dan perselingkuhan bukan bagian dari paket pernikahan yang seharusnya diterima.

Masalahnya, mengetahui nasihat dan menjalankannya adalah dua perkara berbeda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *