Kota Medan

Nikah Massal 23 Pasangan, Lengkap dengan Uang Saku: Menikah Memang Gratis, Bertahan yang Mahal

185
×

Nikah Massal 23 Pasangan, Lengkap dengan Uang Saku: Menikah Memang Gratis, Bertahan yang Mahal

Sebarkan artikel ini

Menikah massal bisa membuat biaya awal pernikahan menjadi lebih ringan.

Tetapi cicilan, kebutuhan rumah tangga, pekerjaan, pendidikan anak, perbedaan kebiasaan, mertua, komunikasi, sampai persoalan kecil seperti siapa yang belum membuang sampah tetap menunggu setelah pesta selesai.

Itulah sebabnya pesan Zakiyuddin soal mempertahankan rumah tangga sebenarnya jauh lebih berat daripada prosesi menyerahkan buku nikah.

Di satu sisi, kegiatan seperti ini patut diapresiasi karena membantu pasangan dari kalangan kurang mampu mendapatkan akses pernikahan yang sah.

Di sisi lain, jangan sampai masyarakat mengira persoalan pernikahan selesai ketika buku nikah sudah berada di tangan.

Karena buku nikah bukan buku petunjuk penggunaan rumah tangga.

Tidak ada bab khusus yang menjelaskan apa yang harus dilakukan ketika penghasilan sedang seret. Tidak ada halaman yang otomatis menyelesaikan konflik pasangan. Tidak ada tombol “reset” ketika komunikasi sudah berantakan.

Yang ada cuma dua orang yang harus terus belajar menjadi pasangan.

Dan mungkin itu makna paling realistis dari nikah massal kali ini: negara, yayasan, organisasi masyarakat, dan para dermawan bisa membantu seseorang sampai ke gerbang pernikahan.

Tetapi setelah gerbang itu dilewati, yang harus menjaga pintunya tetap terbuka adalah pasangan itu sendiri.

 

Selamat kepada 23 pasangan pengantin.

 

Semoga uang saku bertambah, rezeki dilancarkan, dan yang paling penting: sabarnya juga jangan sampai habis duluan.(Akbar)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *