Politik

DPRD Medan Soroti Ketertinggalan Simalingkar B, Wali Kota Diminta Prioritaskan Infrastruktur

83
×

DPRD Medan Soroti Ketertinggalan Simalingkar B, Wali Kota Diminta Prioritaskan Infrastruktur

Sebarkan artikel ini

TERITORIAL24.COM, MEDAN – Kondisi infrastruktur di Kelurahan Simalingkar B, Kecamatan Medan Tuntungan, mendapat sorotan dari DPRD Kota Medan.

Wilayah tersebut dinilai masih tertinggal dibandingkan sejumlah kelurahan lain di Kota Medan.

Anggota DPRD Medan, Binsar Simarmata, meminta Pemerintah Kota (Pemko) Medan memberi perhatian lebih serius terhadap kawasan Simalingkar B dan sekitarnya.

Menurutnya, pembenahan infrastruktur harus menjadi salah satu prioritas pembangunan.

Binsar menyebut sejumlah fasilitas umum di kawasan tersebut masih jauh dari kondisi yang layak sebagai bagian dari wilayah perkotaan. Persoalan itu antara lain menyangkut jalan, drainase hingga lampu penerangan jalan umum (LPJU).

“Kondisi wilayah Simalingkar B dan sekitarnya itu jauh tertinggal dari kelurahan lain di Kota Medan. Infrastrukturnya seperti jalan, drainase, dan lampu penerangan jalan umum (LPJU) tidak layak sebagaimana layaknya fasilitas umum perkotaan,” kata Binsar kepada wartawan, Sabtu (8/8/2026).

Politisi Partai Perindo itu berharap Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas memberi perhatian khusus terhadap kondisi tersebut.

Ia juga meminta Pemko Medan menyusun alokasi anggaran yang memadai untuk mengejar ketertinggalan pembangunan di Simalingkar B, termasuk sebagian wilayah Kelurahan Kwala Bekala, Kecamatan Medan Johor.

 

Jalan Pintu Air 4 hingga Medan Zoo Rusak

 

Salah satu persoalan yang disorot Binsar adalah kondisi Jalan Pintu Air 4 hingga kawasan depan Kebun Binatang Medan atau Medan Zoo.

Menurutnya, badan jalan di ruas tersebut mengalami kerusakan cukup parah. Lubang ditemukan di sejumlah titik dan kondisi bahu jalan juga dinilai membahayakan pengguna kendaraan.

“Bahu jalan juga sangat tidak layak, seperti ambles atau lebih rendah dari badan jalan. Kondisi tersebut sangat berbahaya bagi warga pengendara motor dan mobil,” ujarnya.

Tak hanya jalan utama, persoalan serupa disebut masih ditemukan di lingkungan permukiman warga.

Binsar mengatakan terdapat sejumlah jalan lingkungan dan drainase yang belum mendapatkan pembangunan maupun pembenahan dari Pemko Medan. Kondisi LPJU juga menjadi persoalan karena sebagian fasilitas penerangan, baik di jalan umum maupun kawasan permukiman, mengalami kerusakan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *