Karena itu, ia berharap Pemko Medan tidak hanya melakukan pembangunan di kawasan pusat kota, tetapi juga memperhatikan wilayah yang selama ini dinilai masih tertinggal.
“Kita berharap Wali Kota Medan Rico Waas bisa membenahi semua itu dengan mengalokasikan anggaran pembangunan yang memadai. Sehingga wilayah Kelurahan Simalingkar B dan sekitarnya tidak tertinggal jauh dari kelurahan lainnya,” katanya.
Minta Wali Kota Turun Melihat Kondisi Lapangan
Binsar mengaku cukup sering berinteraksi dengan masyarakat di kawasan Simalingkar B dan Kwala Bekala. Dari komunikasi tersebut, ia mengaku banyak menerima keluhan terkait kondisi infrastruktur.
Ia bahkan meminta Wali Kota Medan sesekali turun langsung melihat kondisi kawasan tersebut.
“Jadi ketertinggalan Kelurahan Simalingkar B itu memang terlihat nyata. Pak Wali Kota Rico Waas sesekali berkunjunglah atau sidak ke Simalingkar B, sekalian melihat kondisi Medan Zoo, salah satu aset Pemko Medan yang dikelola PUD Pembangunan,” ucap Binsar.
Menurut dia, kunjungan langsung kepala daerah penting agar persoalan yang dihadapi masyarakat dapat dilihat secara nyata, bukan hanya berdasarkan laporan administrasi dari perangkat daerah.
Kepling Diminta Lebih Peka
Di sisi lain, Binsar mengajak para kepala lingkungan (Kepling) lebih aktif menyerap aspirasi warga. Keluhan masyarakat, kata dia, seharusnya segera diteruskan kepada lurah dan camat agar dapat ditindaklanjuti melalui mekanisme perencanaan pembangunan.
Ia juga mengimbau masyarakat tidak hanya menunggu pembangunan dari pemerintah, tetapi aktif menyampaikan kebutuhan di lingkungannya.
“Kita berharap masyarakat juga proaktif mengusulkan program pembangunan bisa melalui Kepling, lurah dan camat. Sebagai wakil rakyat akan kita suarakan dan perjuangkan supaya menjadi program prioritas Pemko Medan,” pungkasnya.(Akbar)












