Selain itu, gerakan tanam dan panen serentak, penguatan infrastruktur, serta perluasan kerja sama antardaerah terus digencarkan. Peran BUMN/BUMD, UMKM, dan koperasi juga ditingkatkan dalam tata niaga pangan strategis.
Untuk tahun 2026, Pemprov Sumut menargetkan pengembangan kawasan produksi padi di Simalungun dan Deliserdang seluas 2.000 hektare; kawasan produksi jagung di Simalungun dan Dairi seluas 2.000 hektare; perluasan kawasan produksi cabai 200 hektare di Simalungun, Dairi, Humbang Hasundutan, dan Samosir; serta pengembangan 200 hektare produksi bawang merah di Simalungun, Humbang Hasundutan, Samosir, dan Dairi.
Program-program tersebut merupakan bagian dari Jaminan Kestabilan Harga Komoditi Pangan (JASKOP) yang digagas Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution bersama Wakil Gubernur Sumut Surya sebagai langkah strategis memperkuat produksi dan distribusi pangan demi menjaga stabilitas harga.(Anggi)












