Ketika pagar-pagar adab dipatahkan, yang terpuruk bukan hanya individu, tetapi kepercayaan publik.Dan ketika kepercayaan runtuh, demokrasi kehilangan ruhnya.
Sebagaimana keyakinan saya, manusia yang terbaik adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya. Maka komunikasi pun harus membawa manfaat.
Kritik yang santun bisa memperbaiki. Teguran yang beradab bisa menyadarkan. Bahkan perbedaan yang disampaikan dengan hormat bisa memperkaya.
Pantun pagi ini, dan diskusi-diskusi dengan para sahabat itu, seperti menguatkan satu kesimpulan:
Politik tanpa adab adalah kekuasaan tanpa martabat.
Komunikasi tanpa etika adalah kebebasan tanpa arah.
Maka menjaga pagar etika bukanlah kelemahan. Ia justru tanda kedewasaan.
Dan menjaga lisan di ruang publik bukan sekadar sopan santun, tetapi fondasi peradaban.
Silaturahmi Kolaborasi Sinergi Harmoni.***












