Opini

‎Aktif dan Pasif dalam Hipokritsi: Ketika Kata dan Diam Sama-Sama Berbicara.‎Belajar Memaknai Komunikasi ‎

224
×

‎Aktif dan Pasif dalam Hipokritsi: Ketika Kata dan Diam Sama-Sama Berbicara.‎Belajar Memaknai Komunikasi ‎

Sebarkan artikel ini

‎Oleh : Jufri

Ilustrasi (foto:Al)

TERITORIAL24.COM-‎Dalam hidup bermasyarakat, manusia tidak pernah benar-benar berhenti berkomunikasi. Ketika kita berbicara, kita menyampaikan pesan. Ketika kita diam, kita juga menyampaikan pesan. Bahkan ketika kita memilih tidak menanggapi, publik tetap membaca sikap kita.

‎Di situlah hipokritsi menemukan ruangnya.

‎Hipokritsi bukan sekadar persoalan dusta yang kasar dan terang-terangan. Ia sering hadir dengan wajah yang halus, terbungkus narasi moral, disertai dalih rasional, bahkan kadang disertai ayat dan dalil. Ia bisa aktif, bisa pula pasif. Keduanya sama-sama berpengaruh dalam membentuk opini dan persepsi sosial.

‎Komunikasi Aktif Hipokritsi: Lantang yang Berbalik Arah

‎Komunikasi aktif hipokritsi terjadi ketika seseorang secara sadar menyampaikan pesan yang tidak selaras dengan keyakinan atau tindakannya sendiri.Ia berbicara, tetapi kata-katanya tidak menjadi cermin batinnya.

‎Kita sering melihat seseorang yang dahulu begitu keras mengkritik kekuasaan.

Ucapannya tajam, retorikanya menyala-nyala, seakan ia berdiri paling depan dalam barisan moral.

Namun ketika posisi berubah, ketika akses terbuka, ketika kursi mendekat, nada itu pun melunak—bahkan berbalik memuji.

‎Perubahan sikap tentu bukan dosa. Manusia bisa berubah karena pengetahuan, pengalaman, atau kedewasaan.

Tetapi hipokritsi muncul ketika perubahan itu bukan karena kesadaran nilai, melainkan karena perubahan kepentingan.

‎Di ruang digital, komunikasi aktif hipokritsi semakin mudah ditemukan. Media sosial memberi panggung luas untuk pencitraan. Orang bisa tampil sebagai pembela rakyat, penjaga moral, atau pengkritik ketidakadilan—sementara dalam praktiknya ia justru menikmati kedekatan dengan pusat kuasa yang dulu ia cela.

‎Narasi menjadi alat. Moral menjadi kemasan. Dan publik seringkali hanya melihat kulitnya.

‎Komunikasi Pasif Hipokritsi: Diam yang Sarat Makna

‎Jika komunikasi aktif hipokritsi berbentuk suara yang tidak jujur, maka komunikasi pasif hipokritsi berbentuk diam yang disengaja.

‎Ada orang yang sangat vokal ketika pihak lain berbuat salah. Namun ketika kesalahan itu datang dari kelompoknya sendiri, ia tiba-tiba senyap. Tidak ada kritik. Tidak ada klarifikasi. Tidak ada jarak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *