Aktif hipokritsi melukai melalui kata-kata yang tidak tulus.
Pasif hipokritsi melukai melalui diam yang penuh perhitungan.
Namun kita tidak boleh terjebak dalam sinisme bahwa semua hal pasti didorong kepentingan semata.
Masih ada orang-orang yang berjuang dengan niat tulus, meski tidak sempurna. Masih ada ruang untuk kejujuran, meski tidak selalu populer.
Masyarakat yang sehat membutuhkan orang-orang yang berani konsisten, baik ketika memuji maupun ketika mengkritik.
Bukan karena siapa yang sedang berkuasa, tetapi karena nilai apa yang sedang dipertahankan.
Sebab komunikasi yang bermartabat bukan hanya soal kefasihan berbicara, melainkan keberanian untuk tetap jujur, meski posisi berubah, meski arus bergeser, meski keuntungan menggoda.
Dan mungkin, tugas kita bukan memastikan dunia ini sepenuhnya bebas dari hipokritsi. Tetapi memastikan diri kita tidak ikut menambahkannya
Silaturahmi Kolaborasi Sinergi Harmoni.***












