TERITORIAL24.COM, Asahan- Imigrasi Kelas II TPI Tanjung Balai–Asahan melaksanakan renovasi gedung kantor baru di Kompleks Terminal Madya, Jalan Satya Bakti, Kisaran. Renovasi gedung kantor baru hibah Pemkab Asahan itu diawali dengan doa bersama yang digelar, Jumat (07/08/2026).
Tidak hanya Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal (Kakanwil Dirjen) Imigrasi Sumatera Utara (Sumut) Dr Parlindungan SH, MH bersama Plt Kepala Kantor (Kakan) Imigrasi Kelas II TPI Tanjung Balai Asahan Gelora Adil Ginting SH, MM dan Kepala Bidang Dokumen Perjalanan dan Izin Tinggal Arauna Giovanni serta jajaran Kantor Imigrasi Tanjung Balai Asahan, acara doa bersama itu juga dihadiri Bupati Asahan, Taufik Zainal Abidin Siregar S.Sos, MSi., bersama Wakil Bupati Rianto SH, MAP, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUTR), Kepala Dinas Perhubungan dan Plt Kepala Dinas Komunikasi Dan Informatika Asahan.
Plt Kakan Imigrasi Kelas II TPI Tanjung Balai Asahan, Gelora Adil Ginting SH, MM dalam sambutannya mengatakan, acara doa bersama tersebut dalam rangka memohon keselamatan dan kelancaran pelaksanaan renovasi gedung baru yang akan dijadikan kantor Imigrasi di Asahan itu.
Menurutnya, target penyelesaian renovasi gedung kantor itu dilaksanakan selama 150 hari kelender. Diharapkan seluruh proses pengerjaannya dapat berjalan dengan aman, lancar, tanpa hambatan, serta selesai sesuai target yang ditetapkan.
Gelora Adil Ginting SH, MM menambahkan, acara doa bersama itu juga menghadirkan anak-anak yatim dengan harapan proses renovasi yang dilaksanakan mendapat keberkahan, keselamatan dan kemudahan serta dapat terselesaikan tepat waktu sehingga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
Kakanwil Dirjen Imigrasi Sumut Dr Parlindungan SH, MH diawal sambutannya dikesempatan yang sama menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Pemkab Asahan, terutama Bupati dan Wakil Bupati atas dukungannya terhadap pembangunan Gedung Kantor Imigrasi di Asahan.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan Dirjen Imigrasi menjadi kunci dalam menghadirkan pelayanan keimigrasian yang lebih mudah dijangkau masyarakat.












