Religi

Itqanul Amal: Ketika Kualitas Kerja Menjadi Jalan Meraih Cinta Allah

110
×

Itqanul Amal: Ketika Kualitas Kerja Menjadi Jalan Meraih Cinta Allah

Sebarkan artikel ini

oleh: Assoc. Prof. Dr. H. Usman Jakfar, Lc., M.A.

Dalam konteks amal, itqanul amal berarti melakukan suatu pekerjaan dengan kemampuan terbaik, berdasarkan ilmu, ketelitian, tanggung jawab, serta sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Karena itu, itqan bukan sekadar bekerja keras.

Orang dapat bekerja keras tetapi belum tentu bekerja dengan benar.

Sebaliknya, itqan memadukan kesungguhan dengan ketepatan, kerja dengan ilmu, serta aktivitas dengan amanah.

Di sinilah konsep itqan memiliki relevansi yang sangat kuat dengan kehidupan modern.

Islam Tidak Mengenal Budaya “Asal Jadi”

Salah satu persoalan yang sering muncul dalam kehidupan adalah budaya “yang penting selesai.”

Tugas selesai, tetapi kualitas tidak diperiksa.

Laporan dibuat, tetapi datanya tidak diverifikasi.

Pelayanan diberikan, tetapi dilakukan tanpa keramahan.

Pekerjaan diselesaikan, tetapi banyak bagian yang seharusnya dapat dilakukan dengan lebih baik justru diabaikan.

Semangat itqan mengajarkan bahwa seorang Muslim harus keluar dari budaya tersebut.

Selesai belum tentu sempurna. Cepat belum tentu tepat. Sibuk belum tentu produktif.

Islam mengajarkan agar setiap pekerjaan dilakukan dengan penuh tanggung jawab.

Karena itu, kualitas bukan sekadar tuntutan profesionalitas. Dalam perspektif Islam, kualitas juga merupakan bagian dari amanah dan akhlak.

Pekerjaan Duniawi Bisa Bernilai Ibadah

Salah satu keindahan ajaran Islam adalah luasnya ruang untuk mendapatkan pahala.

Ibadah tidak terbatas pada shalat, puasa, membaca Al-Qur’an, dan zikir. Aktivitas duniawi pun dapat menjadi ibadah apabila dilakukan dengan niat yang benar dan cara yang diridhai Allah.

Seorang guru yang mengajar dengan sungguh-sungguh sedang menunaikan amanah.

Seorang dokter yang melayani pasien dengan penuh tanggung jawab sedang memberikan manfaat kepada manusia.

Seorang pedagang yang jujur sedang menjaga amanah dalam transaksi.

Seorang pegawai yang menggunakan waktu kerja dengan baik sedang menjaga kepercayaan.

Seorang mahasiswa yang belajar dengan serius sedang mempersiapkan dirinya untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *