Bahkan pekerjaan rumah tangga yang dilakukan dengan ikhlas dan penuh tanggung jawab pun memiliki nilai di sisi Allah.
Maka, yang membedakan antara aktivitas biasa dan ibadah bukan semata-mata jenis pekerjaannya, tetapi niat, cara, dan tujuan dalam melaksanakannya.
Tiga Hal yang Merusak Itqan
Untuk membangun kualitas amal, seorang Muslim perlu mewaspadai beberapa sikap yang menjadi lawan dari itqan.
1. Asal-asalan
Sikap “yang penting selesai” membuat seseorang kehilangan perhatian terhadap kualitas.
Padahal, setiap amanah akan dipertanggungjawabkan.
2. Menunda dan Menggampangkan
Kebiasaan menunda pekerjaan sering membuat hasil akhirnya tidak maksimal.
Sikap “nanti saja diperbaiki” juga dapat menjadi pintu masuk bagi kesalahan yang lebih besar.
3. Tidak Bersungguh-sungguh
Pekerjaan yang dilakukan setengah hati sulit menghasilkan kualitas terbaik.
Seorang Muslim hendaknya menghadirkan kesadaran bahwa setiap aktivitasnya berada dalam pengetahuan dan pengawasan Allah SWT.
Itqan Bukan Berarti Harus Sempurna Tanpa Kesalahan
Ada hal penting yang perlu dipahami.
Itqan tidak berarti manusia harus menghasilkan sesuatu yang mutlak sempurna tanpa kekurangan. Manusia tetap memiliki keterbatasan dan dapat melakukan kesalahan.
Namun, itqan berarti tidak sengaja meremehkan kualitas, tidak bekerja secara ceroboh, tidak mengabaikan tanggung jawab, dan selalu berusaha memberikan yang terbaik sesuai kemampuan.
Ketika terjadi kesalahan, orang yang memiliki semangat itqan tidak menutupinya.
Ia melakukan evaluasi, memperbaiki kekurangan, dan berusaha agar kesalahan yang sama tidak terulang.
Inilah yang membedakan antara orang yang sekadar bekerja dan orang yang bekerja dengan kesadaran amanah.
Itqan dalam Kehidupan Sehari-hari
Prinsip itqan dapat diterapkan dalam berbagai bidang.
Dalam ibadah, melaksanakan shalat tepat waktu, menjaga tuma’ninah, memperhatikan kesempurnaan wudhu, dan berusaha menghadirkan kekhusyukan.
Dalam pekerjaan, memahami tugas, mematuhi aturan, menjaga waktu, menyelesaikan pekerjaan sesuai target, serta tidak menyalahgunakan jabatan dan fasilitas.












