TERITORIAL24.COM,AMAZON-Sebuah penemuan penting dari jantung hutan hujan Amazon memberikan secercah harapan baru dalam mengatasi krisis sampah plastik dunia,Rabu(23/7/2025).
Tim mahasiswa dari Yale University mengidentifikasi spesies jamur bernama Pestalotiopsis microspora yang mampu menguraikan plastik poliuretan, bahkan dalam kondisi tanpa oksigen.
Laporan ini pertama kali dipublikasikan oleh Mongabay dan menarik perhatian luas karena kemampuan biologis jamur tersebut yang sangat jarang ditemukan di alam.
Pestalotiopsis microspora diketahui dapat hidup dengan menjadikan plastik sebagai satu-satunya sumber karbon.
Memungkinkan proses degradasi plastik terjadi secara alami di lingkungan anaerob seperti tempat pembuangan akhir (TPA) tertutup.
Penemuan ini merupakan hasil ekspedisi ilmiah yang dipimpin oleh Prof. Scott Strobel bersama para mahasiswa dari Yale University ke hutan hujan Amazon.
Salah satu peneliti, Jonathan Russell, kemudian melakukan pengujian lebih lanjut di laboratorium dan menemukan potensi luar biasa dari jamur tersebut dalam memecah struktur kimia plastik poliuretan.
Penelitian ini telah diterbitkan dalam jurnal ilmiah Applied and Environmental Microbiology pada tahun 2011 dengan judul “Biodegradation of Polyester Polyurethane by Endophytic Fungi.”
Temuan ini membuka peluang besar dalam pengembangan teknologi bioremediasi.
khususnya untuk pengolahan limbah plastik yang sulit terurai secara konvensional.
Ahli lingkungan menyebut bahwa penemuan ini merupakan bukti nyata bahwa solusi dari krisis ekologi global bisa saja berasal dari alam itu sendiri.
Namun, mereka juga mengingatkan pentingnya pendekatan yang bertanggung jawab dalam pengembangan aplikasi jamur tersebut agar tidak menimbulkan dampak ekologis baru.
Dengan kapasitasnya mengurai plastik di lingkungan ekstrem, Pestalotiopsis microspora berpotensi menjadi kunci dalam strategi pengelolaan limbah masa depan.
Dunia kini menanti langkah selanjutnya dari dunia ilmiah dan industri dalam mengintegrasikan penemuan ini ke dalam solusi nyata yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.***












