Kota Medan

Masyarakat 2 Kecamatan Ngadu ke Anggota DPRD Medan Rommy Van Boy, Ini Keluhannya

716
×

Masyarakat 2 Kecamatan Ngadu ke Anggota DPRD Medan Rommy Van Boy, Ini Keluhannya

Sebarkan artikel ini
Anggota DPRD Kota Medan dari Fraksi Golkar, Rommy Van Boy bersama masyarakat. (ist)

Karena, kata Rommy, ini demi membantu masyarakat, meski sudah ada beberapa usulan perbaikan jalan sudah dibenahi.

“Namun masih banyak juga usulan yang diajukan ke dinas terkait belum terealisasi dan belum ada tindakan terkait drainase yang menyebabkan banjir di beberapa wilayah,” pungkasnya.

Sebelumnya, Safrizal, perwakilan dari Dinas SDNBK Kota Medan berjanji akan meninjau lokasi-lokasi yang dikeluhkan masyarakat pada reses Anggota DPRD Kota Medan, Rommy Van Boy itu.

“Hari Senin dinas dari terkait akan meninjau lokasi dan berkoordinasi dengan kelurahan, dan akan mencari solusi ketika aliran tersebut melintas tanah warga. Sementara terkait pemangkasan pohon nantinya akan kita bersihkan, hal itu akan berkolaborasi dengan kelurahan dan kecamatan agar persolan banjir dapat terselesaikan,” katanya.

Sementara itu, pihak Kelurahan Polonia, Kecamatan Medan Polonia, Dona mengatakan, masyarakat harus membuat laporan ke kelurahan agar usulan dapat diinput ke Data Terpadu Keaejahteraan Sosial.

“Selanjutnya akan dimusyawarahkan mandiri di kelurahan masing-masing. Setelah itu barulah diputuskan siapa-siapa saja yang berhak mendapatkan manfaat program dari dinas social,” katanya.

Reses yang dihadiri oleh seluruh Kepling dan unsur terkait di Medan Polonia itu diisi dengan sesi dialog dan tanya jawab.

Tak tanggung-tanggung, ratusan warga tampak antusias mengikuti reses Rommy Van Boy dari awal hingga akhir.

Dalam pertemuan tersebut, selain persoalan banjir, lampu penerangan jalan dan buruknya dainase, serta sulitnya mengakses bantuan sosal, sejumlah warga mengungkapkan berbagai keluhan lainnya di pendidikan dan yang paling banyak dikeluhkan masalah adminduk seperti pembuatan KTP yang sangat sulit.

Salah satu warga menyebutkan, bahwa dirinya kesulitan untuk membuat KTP. Pasalnya, setiap mau mengurus KTP pihak Dinas Kependudukan selalu menyebutkan blanko untuk KTP belum ada (blanko kosong), tapi ketika dalam pengurusannya warga memberi uang, blanko untuk KTP ada, nah ada apa dengan Disdukcapil ini? Tanya warga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *