Kota Medan

Mendekatkan Pemerintah ke Warga, DPRD Medan Dorong Layanan Antar Jemput dan WA Center di Kelurahan

523
×

Mendekatkan Pemerintah ke Warga, DPRD Medan Dorong Layanan Antar Jemput dan WA Center di Kelurahan

Sebarkan artikel ini

TERITORIAL24.COM, MEDAN – Di tengah riuhnya Kota Medan yang kian bergerak cepat, harapan untuk pelayanan publik yang lebih manusiawi dan efisien kembali disuarakan.

Reza Pahlevi Lubis, Ketua Komisi I DPRD Medan, muncul sebagai pengusung gagasan segar: layanan antar jemput administrasi dan pengaduan warga berbasis WhatsApp (WA) Center di setiap kecamatan dan kelurahan.

Ide itu tak lahir dari ruang hampa. Sejak 1 Mei 2025, Kecamatan Medan Barat telah memulai terobosan yang dinamai Program APARATUR—Antar Jemput Pelayanan Kecamatan untuk Warga.

Sebuah inovasi yang menyasar langsung kebutuhan dasar masyarakat: kemudahan dan kecepatan dalam mengurus administrasi serta menyampaikan aduan.

“Program ini nyata, langsung menyentuh warga. Tidak sekadar jargon pelayanan prima,” ujar Reza kepada wartawan, Senin (12/5/2025).

Dalam balutan kemeja gelap sederhana, politisi muda dari Partai Golkar itu menyampaikan optimismenya agar Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, segera mereplikasi program tersebut ke seluruh penjuru kota.

Bukan hanya administrasi. Lewat WA Center, warga bisa menyuarakan berbagai keluhan—dari saluran air rusak, lampu jalan padam, hingga mencurigai aktivitas yang mengancam keamanan lingkungan.

Semua disalurkan cukup lewat chat. “Satu nomor WA, seribu solusi,” Reza menyindir gaya birokrasi lama yang kaku dan berlapis.

Lebih dari sekadar pelayanan, Reza melihat program ini sebagai bagian dari penguatan sistem keamanan lingkungan.

“Ini sinergi. Layanan publik yang responsif akan mendorong tumbuhnya kembali sistem keamanan lingkungan seperti Siskamling. Ketika warga punya akses menyampaikan keresahan, kita bisa antisipasi lebih dini,” ujarnya serius.

Namun, menurutnya, program sebaik apapun tak akan berjalan tanpa dukungan masyarakat.

Ia mengajak tokoh masyarakat, pimpinan organisasi kepemudaan, dan seluruh elemen kota untuk ikut merawat gerakan ini.

“Ini bukan proyek pemerintah, ini gerakan kita bersama,” pungkas Reza, sembari berharap Medan bisa menjadi contoh kota yang berani berinovasi demi warganya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *