Lokomotif tersebut kini difungsikan khusus untuk mendukung dinas langsir di area stasiun.
Keberadaan unit tersisa ini semakin unik karena tampil beda dengan balutan livery vintage warna kuning-hijau khas era Perusahaan Jawatan Kereta Api (PJKA).
Anwar menegaskan bahwa KAI Divre I Sumatera Utara terus memelihara keberadaan lokomotif langka ini sebagai bagian dari upaya merawat memori kolektif dan warisan sejarah perkeretaapian nasional.
“Hadirnya BB302 yang kini bertugas untuk dinas langsir menjadi pengingat perjalanan panjang modernisasi perkeretaapian di Sumatera Utara. KAI berkomitmen menjaga dan merawat sarana bersejarah ini sebagai bagian dari pelestarian warisan perkeretaapian Indonesia yang tetap memberikan nilai tambah bagi operasional hingga saat ini,” kata Anwar.(Anggi)












