Religi

Menggugat Retorika Khotbah: Jangan Hanya Menghibur, Khatib Harus Mengubah Jiwa

78
×

Menggugat Retorika Khotbah: Jangan Hanya Menghibur, Khatib Harus Mengubah Jiwa

Sebarkan artikel ini

Muh Taufik HS Tekankan Pentingnya Retorika Profetik yang Menyentuh Qolbu, Membangun Integritas, dan Menggerakkan Amal Nyata.

Dengan pendekatan tersebut, mimbar tidak hanya menjadi ruang penyampaian ilmu agama, tetapi juga sarana pembinaan karakter dan penguatan tanggung jawab sosial.

Integritas Khatib Menentukan Kekuatan Pesan

Selain kemampuan retorika, kualitas spiritual dan keteladanan menjadi fondasi penting dalam membangun dakwah yang berdampak.

Keselarasan antara perkataan dan perbuatan turut menentukan kepercayaan jemaah terhadap pesan yang disampaikan.

Muh menekankan pentingnya menjaga amalan pribadi, termasuk amalun sirri atau amalan rahasia, qiyamul lail, istigfar, introspeksi diri, dan komitmen mengikuti pembinaan secara berkelanjutan.

Menurutnya, persiapan seorang khatib tidak cukup dilakukan ketika menyusun materi atau menjelang naik ke mimbar.

Kualitas pesan juga berkaitan dengan kesungguhan dalam membangun kehidupan spiritual dan menjaga integritas dalam keseharian.

Ia mengingatkan bahwa khatib harus terus belajar dan memperbaiki diri, bukan hanya menuntut perubahan dari orang lain.

Pada akhirnya, retorika khotbah profetik bertujuan menghubungkan keimanan dengan perilaku, serta nasihat agama dengan amal nyata.

Keberhasilan dakwah bukan semata-mata terletak pada kemeriahan suasana ketika ceramah berlangsung, melainkan pada perubahan positif yang tumbuh dalam kehidupan jemaah dan masyarakat.

Mimbar bukan sekadar tempat menyampaikan kata-kata, melainkan ruang untuk menghidupkan hati, membangun karakter, dan menggerakkan perubahan.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *