Berita Utama

Menjelang HUT RI, PWPM Rawat Silaturahmi dengan Wartawan Senior di Kota Medan

72
×

Menjelang HUT RI, PWPM Rawat Silaturahmi dengan Wartawan Senior di Kota Medan

Sebarkan artikel ini

TERITORIAL24.COM, MEDAN — Di tengah perubahan cepat dunia jurnalistik akibat disrupsi teknologi, Persatuan Wartawan Pemko Medan (PWPM) memilih menoleh sejenak ke belakang.

Organisasi wartawan ini mengunjungi sejumlah wartawan senior yang pernah mewarnai perjalanan pers di Kota Medan, Kamis (13/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian agenda PWPM menjelang rapat kerja sekaligus menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Dipimpin Ketua PWPM Muhammad Edison Ginting, para pengurus mendatangi kediaman sejumlah wartawan senior, antara lain Hj Mardiana Chaniago alias Bundo di Jalan Senam, Kecamatan Medan Kota.

Kunjungan itu tidak sekadar silaturahmi. PWPM ingin memberikan penghormatan atas dedikasi para wartawan senior, baik yang masih aktif maupun yang telah mengurangi aktivitas jurnalistik di lapangan, khususnya mereka yang pernah bertugas di lingkungan Pemerintah Kota Medan.

“Kedatangan kami sebagai penghormatan kami atas dedikasi Bundo yang menjadi inspirasi kami sebagai jurnalis. Kami berharap dalam silaturahmi ini Bundo sehat selalu dan tetap semangat beraktivitas. Kami berharap Bundo terus memberi masukan dan saran kepada kami,” kata Edison Ginting.

Setelah mengunjungi Bundo, pengurus PWPM melanjutkan silaturahmi ke kediaman sejumlah wartawan senior lainnya, seperti Idris Pasaribu, H Marjili, Zulfikar Tanjung, Sri Sahati dan Nurlinsyah alias Kak Butet.

Menurut Edison, pengalaman para wartawan senior merupakan bagian penting dari perjalanan jurnalistik yang harus tetap tersambung dengan generasi wartawan saat ini.

Apalagi, perkembangan teknologi telah mengubah wajah pers secara drastis. Wartawan masa kini dituntut bekerja cepat, menguasai teknologi digital hingga memanfaatkan berbagai perangkat kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Namun, di balik semua perubahan tersebut, nilai-nilai dasar jurnalistik seperti ketekunan, keberanian, akurasi dan tanggung jawab kepada publik tetap menjadi fondasi yang tidak boleh hilang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *