TERITORIAL24.COM,Samarinda-Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PKS, Habib Aboe Bakar Alhabsy, mendesak Kepolisian Daerah Kalimantan Timur (Polda Kaltim) untuk menelusuri secara menyeluruh dugaan keterlibatan oknum aparat dalam jaringan sindikat narkoba di Kota Samarinda, Kamis(8/5/2025).
Pernyataan tersebut disampaikan dalam kunjungan kerja Komisi III DPR RI bersama mitra kerja, yakni Polda Kaltim, Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur, dan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Timur.
Sorotan utama dalam kunjungan ini adalah kasus dugaan penyelundupan narkotika jenis sabu oleh tiga anggota Satuan Samapta Polresta Samarinda ke ruang tahanan melalui modus penyelipan dalam makanan.
“Bagaimana mungkin anggota kita bisa menguasai barang terlarang dan kemudian memasukkannya ke lapas? Ini bukan pekerjaan oknum semata, melainkan tantangan untuk membongkar jaringan sindikat,” tegas Aboe Bakar dalam rapat bersama Kapolda Kaltim, Kajati Kaltim, dan Kepala BNNP Kaltim.
Ketiga personel yang kini menjadi tersangka berinisial EP, FDS, dan AADS. Kasus ini mencuat pada akhir Maret 2025 dan menjadi perhatian publik karena melibatkan aparat penegak hukum yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam pemberantasan narkoba.
Aboe Bakar menekankan pentingnya langkah integratif dan komprehensif dari Polda Kaltim.
Ia menilai bahwa sekadar menindak ketiga tersangka tidak akan menyelesaikan akar persoalan.
“Menurut saya, menindak ketiga orang ini saja tidak cukup. Harus diusut dan dibongkar jaringannya.”
” Bisa dicontoh bagaimana Mahkamah Agung bertindak saat ada hakim terjerat kasus dengan KPK, hingga dilakukan ‘bedol desa’ 119 hakim di Jakarta,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Aboe Bakar juga menyoroti keberlanjutan operasional Balai Rehabilitasi Narkoba Tanah Merah.
Ia menyebutkan bahwa pada bulan sebelumnya, sebanyak 11 warga dari daerah pemilihannya terpaksa dikirim ke balai tersebut karena tidak tersedianya lagi anggaran rehabilitasi di Kalimantan Selatan.
“Bagaimana nasib balai rehab kita ini, apakah masih bisa berjalan dengan efektif? Kita berharap balai ini dapat terus beroperasi dengan baik tanpa kendala anggaran,” ujarnya.












