Polhukam

Nyolong Sepeda Motor, Duo Maling Gol

155
×

Nyolong Sepeda Motor, Duo Maling Gol

Sebarkan artikel ini

Penangkapannya Kayak di Film Action

TERITORIAL24.COM, TANJUNG MORAWA – Duo maling sepeda motor ini kena batunya. Keduanya adalah A alias Kier dan BPPL alias Bobi.

Begini ceritanya! Pada Jumat, 16 Januari 2026 lalu, sekira pukul 17.45 WIB, korban, Abadi Suhardi, warga Jalan Irian, Gang Pekong, Lingkungan IV, Kelurahan Pekan Tanjung Morawa, Kecamatan Tanjung Morawa, baru pulang ke rumah.

Setelah memarkirkan sepeda motor di teras rumahnya dengan kondisi stang terkunci, korban pun masuk ke dalam rumah. Sepuluh menit berselang, korban keluar rumah.

Bak disambar petir di siang bolong, korban terkejut bukan kepalang karena mendapati sepeda motornya sudah raib tak berbekas.

Korban yang panik mulai celingak-celinguk mencari sepeda motornya. Bertanya ke tetangga dan warga sekitar, tak ada satu pun yang mengetahuinya.

Alhasil, jalan satu-satunya adalah menempuh jalur hukum. Korban memilih melaporkan kejadian yang dialaminya itu ke Polsek Tanjung Morawa.

“Setelah korban membuat laporan, petugas kita langsung melakukan penyelidikan,” kata Kapolsek Tanjung Morawa, AKP Jonni H Damanik kepada wartawan, Senin (19/1/2026).

Dari hasil penyelidikan, Minggu (18/1/2026), petugas mendapat clue atau petunjuk yang menyebutkan jika salah seorang pelaku sedang berada di Desa Telaga Sari, Kecamatan Tanjung Morawa.

Tak mau buang-buang waktu, petugas capcus meluncur ke lokasi, dan menangkap A alias Kier. Petugas memboyong pelaku ke Mapolsek Tanjung Morawa untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Saat diinterogasi polisi, pelaku pun ‘nyanyi’. Dia mengaku, melancarkan aksinya mencuri sepeda motor korban bersama koleganya sesama maling. Inisialnya, BPPL alias Bobi. Lokasinya di Batang Kuis.

Berbekal ‘nyanyian’ A alias Kier itu, petugas melakukan pengembangan.

Singkat cerita, ketika di Batang Kuis, petugas Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Tanjung Morawa mendapati pelaku BPPL alias Bobi sedang mengendarai mobil yang direntalnya.

Petugas tak mau gegabah langsung menangkap pelaku. Petugas lebih memilih membuntutinya dari belakang. Mulai dari Batang Kuis menuju Medan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *