Kota Medan

Parkir RS Pirngadi Jadi Sorotan, DPRD Medan Panggil Bapenda

241
×

Parkir RS Pirngadi Jadi Sorotan, DPRD Medan Panggil Bapenda

Sebarkan artikel ini

TERITORIAL24.COM, MEDAN — Komisi III DPRD Kota Medan berencana memanggil Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Medan guna membahas polemik sistem dan tarif parkir di RSUD dr Pirngadi.

Kebijakan parkir di rumah sakit milik Pemkot Medan itu menuai kritik dan menjadi viral di media sosial karena dinilai memberatkan pasien dan pengunjung.

Wakil Ketua Komisi III, Bahrumsyah, mengatakan pemanggilan ini penting untuk mengkaji apakah sistem parkir yang dikelola oleh pihak ketiga sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Parkir di RS Pirngadi itu masuk kategori pajak parkir, bukan retribusi. Maka kita rasa perlu melibatkan Bapenda untuk memastikan aspek regulasinya,” kata Bahrumsyah, Rabu, 18 Juni 2025.

Ia menjelaskan, RSUD dr Pirngadi saat ini berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) penuh, sehingga memiliki kewenangan melakukan kerja sama pengelolaan, termasuk sektor parkir.

Meski demikian, menurutnya, pengelolaan tersebut tetap harus berjalan dalam koridor peraturan pemerintah daerah.

Bahrumsyah juga menyoroti soal tarif parkir progresif yang diterapkan di rumah sakit tersebut. Ia menyebutkan bahwa banyak keluhan datang dari masyarakat karena tarif dianggap terlalu tinggi untuk ukuran fasilitas publik. “Tarifnya seperti parkir di mal, padahal ini rumah sakit milik pemerintah,” ujarnya.

Sebelumnya, Komisi II DPRD Medan telah lebih dulu menggelar rapat dengar pendapat pada 16 Juni lalu dengan menghadirkan manajemen RSUD dr Pirngadi dan CV Samaru selaku pengelola parkir.

Namun, Komisi III menilai perlu ada pendalaman lanjutan terutama dari sisi regulasi dan kontribusi terhadap pendapatan daerah.

“Penggunaan sistem parkir digital tentu kita anggap sebagai bentuk modernisasi, namun jika pelaksanaannya justru menyulitkan masyarakat, maka perlu dikaji ulang,” kata politisi PAN itu.

Komisi III DPRD Kota Medan menekankan agar RS Pirngadi tidak hanya fokus pada aspek pendapatan, tetapi juga pada pelayanan dan kemudahan akses bagi pasien.

“Kami ingin RS Pirngadi tumbuh menjadi rumah sakit pemerintah yang profesional dan bisa bersaing, tapi tetap berpihak pada masyarakat,” tegas Bahrumsyah.(Anggi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *