Religi

Tak Sombong dan Tak Merusak: Kunci Meraih Negeri Akhirat Menurut Al-Qur’an

536
×

Tak Sombong dan Tak Merusak: Kunci Meraih Negeri Akhirat Menurut Al-Qur’an

Sebarkan artikel ini
(foto:Ilustrasi Generated by DALL·E (OpenAI).

TERITORIAL24.COM, TEBING TINGGI–Dalam pusaran kehidupan dunia yang penuh dengan ambisi, kompetisi, dan pencarian pengaruh, Al-Qur’an memberikan panduan yang jernih tentang siapa yang pantas meraih kenikmatan abadi di akhirat.

Dalam Surah Al-Qashash ayat 83, Allah SWT berfirman:

> “Negeri akhirat itu Kami jadikan bagi orang-orang yang tidak menyombongkan diri dan tidak berbuat kerusakan di bumi. Dan kesudahan (yang baik) itu bagi orang-orang yang bertakwa.”(QS. Al-Qashash: 83)

Ayat ini memberikan pesan yang kuat: surga bukanlah balasan bagi mereka yang menjadikan kekuasaan sebagai alat kesombongan atau yang merusak tatanan kehidupan.

Sebaliknya, negeri akhirat adalah warisan bagi jiwa-jiwa yang hidup dalam kerendahan hati dan menjaga bumi dari kerusakan.

Sikap tawadhu (rendah hati) merupakan ciri utama orang beriman.

Dalam banyak ayat dan hadits, Allah dan Rasul-Nya menjanjikan kemuliaan bagi mereka yang tidak menyombongkan diri. Dalam Surah Luqman ayat 18-19, Allah berpesan:

> “Dan janganlah kamu memalingkan wajahmu dari manusia (karena sombong) dan janganlah berjalan di bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.”(QS. Luqman: 18)

Kesombongan adalah penyakit hati yang dapat menutup pintu kebenaran. Bahkan, Rasulullah ﷺ bersabda:

> “Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan walau sebesar biji sawi.”(HR. Muslim)

Islam mengajarkan bahwa manusia adalah khalifah di muka bumi (QS. Al-Baqarah: 30).

Maka merusak lingkungan, menyebarkan fitnah, korupsi, atau menyulut konflik sosial adalah bentuk pengkhianatan terhadap amanah tersebut.

Allah berfirman:

> “Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, setelah (diciptakan) dengan baik, dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan harap…”(QS. Al-A’raf: 56)

Kerusakan (fasad) dalam Islam bukan hanya mencakup kerusakan fisik seperti penebangan liar atau pencemaran.

Tetapi juga mencakup kehancuran moral, sosial, dan ekonomi yang diakibatkan oleh kerakusan manusia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *