Deli Serdang - Serdang Bedagai

Pemkab Sergai Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Tekankan Sinergi dan Penguatan Logistik

80
×

Pemkab Sergai Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Tekankan Sinergi dan Penguatan Logistik

Sebarkan artikel ini

TERITORIAL24.COM, SERDANG BEDAGAI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serdang Bedagai (Sergai) terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana melalui penguatan koordinasi, logistik, dan peralatan penanggulangan bencana. Langkah ini dinilai penting mengingat tingginya ancaman bencana di wilayah tersebut.

Komitmen itu disampaikan Bupati Sergai H. Darma Wijaya yang diwakili Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Sergai, Suwanto Nasution, saat membuka Sosialisasi Pengelolaan Logistik dan Peralatan Penanggulangan Bencana dalam Penguatan Kesiapsiagaan Masyarakat di Kantor Dinas Pendidikan Sergai, Sei Rampah, Rabu (5/8/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Anggota Komisi VIII DPR RI Ashari Tambunan, jajaran Direktorat Pengelolaan Logistik dan Peralatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), BPBD Provinsi Sumatera Utara, Forkopimda, pimpinan organisasi perangkat daerah, kepala desa, lurah, relawan, hingga tokoh masyarakat.

Dalam sambutannya, Suwanto Nasution menegaskan kesiapsiagaan bencana tidak cukup hanya mengandalkan respons ketika bencana terjadi. Menurutnya, seluruh unsur pendukung seperti logistik, peralatan, sumber daya manusia, hingga koordinasi lintas sektor harus dipersiapkan sejak dini.

“Pemerintah Kabupaten Sergai mengapresiasi perhatian pemerintah pusat dalam meningkatkan kapasitas penanggulangan bencana di daerah. Sinergi seperti ini menjadi modal penting untuk memperkuat kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai potensi bencana,” ujarnya.

Ia menjelaskan, secara geografis Sergai memiliki wilayah yang beragam, mulai dari pesisir sepanjang sekitar 55 kilometer yang berbatasan dengan Selat Malaka, dataran rendah, kawasan pertanian dan perkebunan, hingga wilayah perbukitan. Kondisi tersebut membuat Sergai rawan dilanda banjir, banjir rob, abrasi, angin puting beliung, cuaca ekstrem, kebakaran, hingga tanah longsor.

Data BPBD Sergai mencatat, pada 2024 bencana banjir berdampak kepada 3.810 kepala keluarga (KK) atau 10.813 jiwa, sementara puting beliung memengaruhi 73 KK atau 263 jiwa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *