Opini

Peningkatan Keterampilan Sosial melalui Kegiatan Mendongeng Interaktif pada Siswa Kelas III SD Negeri 033912 Huta Gambir, Sidikalang

50
×

Peningkatan Keterampilan Sosial melalui Kegiatan Mendongeng Interaktif pada Siswa Kelas III SD Negeri 033912 Huta Gambir, Sidikalang

Sebarkan artikel ini

Restio Sidebang, S.Pd., M.Pd.¹, Bijak Ginting, S.Sn., M.Hum.², Puza Kharisma Br. Barus³, Tiara Br. Ginting⁴

 

Salah satu alternatif pembelajaran yang dinilai sesuai dengan karakteristik siswa sekolah dasar adalah kegiatan mendongeng interaktif (interactive storytelling). Mendongeng tidak hanya berfungsi sebagai media hiburan, tetapi juga menjadi sarana pendidikan yang efektif dalam menanamkan nilai-nilai karakter, meningkatkan kemampuan berbahasa, serta mengembangkan imajinasi anak. Dalam kegiatan mendongeng interaktif, siswa tidak hanya menjadi pendengar, tetapi juga dilibatkan secara aktif melalui tanya jawab, bermain peran, menirukan tokoh, melanjutkan alur cerita, dan mendiskusikan pesan moral yang terkandung dalam cerita.

 

Pendekatan ini sejalan dengan konsep pembelajaran aktif (active learning) yang menempatkan peserta didik sebagai subjek pembelajaran. Melalui keterlibatan langsung, siswa memperoleh pengalaman belajar yang bermakna sekaligus melatih kemampuan komunikasi, kolaborasi, berpikir kritis, dan rasa percaya diri. Selain itu, kegiatan mendongeng interaktif mampu menumbuhkan empati, kepedulian sosial, dan kemampuan menghargai pendapat orang lain melalui pengalaman belajar yang menyenangkan.

 

Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan keterampilan sosial siswa kelas III SD Negeri 033912 Huta Gambir melalui penerapan kegiatan mendongeng interaktif. Program juga bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam menerapkan metode pembelajaran yang kreatif, inovatif, dan partisipatif sehingga mampu menciptakan suasana belajar yang lebih aktif serta mendukung implementasi pendidikan karakter di sekolah dasar.

 

Luaran yang diharapkan dari kegiatan ini meliputi: (1) meningkatnya kemampuan komunikasi, kerja sama, rasa percaya diri, empati, dan kepedulian sosial siswa; (2) tersusunnya modul pembelajaran mendongeng interaktif sebagai panduan bagi guru; (3) meningkatnya kompetensi guru dalam menerapkan pembelajaran yang aktif dan inovatif; (4) terpublikasinya hasil kegiatan dalam jurnal ilmiah atau prosiding; serta (5) terjalinnya kemitraan berkelanjutan antara perguruan tinggi dan sekolah dalam pengembangan pembelajaran berbasis karakter.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *