TERITORIAL24.COM,PEKANBARU – Majelis Pertimbangan Daerah (MPD) PKS Kota Pekanbaru menggelar Focus Group Discussion (FGD) bersama Fraksi PKS DPRD Kota Pekanbaru di Kantor Fraksi, Senin (13/7/2026).
Digelar sesaat sebelum Sidang Paripurna, forum strategis tersebut membedah buku “Etika dan Integritas Pejabat Publik” karya Ustaz Muh Taufik HS, S.Ag., CWC.
Bukan sekadar diskusi buku, forum ini menjadi ruang untuk memperkuat benteng moral anggota legislatif di tengah tantangan pragmatisme, nepotisme, dan berbagai godaan kekuasaan yang kerap menguji integritas pejabat publik.
Agenda dibuka Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Pekanbaru Yasser Hamidi dan dilanjutkan sambutan Ketua MPD PKS Pekanbaru sekaligus Ketua DPRD Kota Pekanbaru, Isa Lahamid.
Turut hadir Sekretaris MPD Asep Heryana serta jajaran pengurus MPD, di antaranya Aliran, Syamsul, dan Devi.

FGD tersebut juga dihadiri anggota Fraksi PKS DPRD Kota Pekanbaru, yakni Isa Lahamid, Yasser Hamidi, Sabarudi, Hamdani, Rois, dan dr. Meiza.
Benteng Ruhiyah di Tengah Godaan Pragmatisme
Ketua MPD PKS Pekanbaru, Isa Lahamid, menegaskan perlunya terobosan untuk membangun hubungan yang semakin erat dan efektif antara pejabat publik, struktur partai, kader, dan masyarakat.
Menurutnya, anggota legislatif harus terus dikokohkan agar tidak mudah goyah menghadapi berbagai tantangan di lapangan.
“FGD ini menjadi ruang ruhiyah atau spiritual yang penting untuk membentengi para pejabat publik kita dari bahaya pragmatisme dan nepotisme. Kami ingin memastikan kinerja dewan dievaluasi secara berkala demi kemaslahatan masyarakat Pekanbaru,” ujar Isa Lahamid di sela-sela kegiatan.
Pesannya cukup terang: jabatan politik tidak boleh membuat seorang wakil rakyat semakin jauh dari nilai perjuangan.
Kursi kekuasaan semestinya menjadi alat pengabdian, bukan ruang nyaman yang perlahan menjauhkan pejabat publik dari rakyat dan nilai-nilai yang mengantarkannya ke parlemen.
Kembali ke “Barak Perjuangan”
Dalam paparannya, penulis buku, Ustaz Muh Taufik HS, menekankan pentingnya anggota legislatif untuk kembali ke “Barak Perjuangan”.












