Konsep tersebut menegaskan bahwa sesibuk apa pun agenda di parlemen, wakil rakyat dari PKS tetap harus melebur bersama kader melalui kegiatan Unit Pembinaan Anggota (UPA).
Pembinaan dinilai penting untuk menjaga orientasi perjuangan, memperkuat nilai spiritual, sekaligus menjadi pengingat bahwa jabatan publik bukanlah tujuan akhir.
Semangat “Barak Perjuangan” juga diterjemahkan melalui penguatan transparansi kinerja.
Kader di tingkat struktur bawah didorong untuk terlibat aktif dalam mengawal agenda reses dan Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) anggota dewan.
Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat rasa tanggung jawab bersama sekaligus memastikan aspirasi masyarakat tetap menjadi bagian penting dalam kerja-kerja politik dan kebijakan publik.
Forum ini pun melahirkan komitmen untuk menjaga moralitas, memperkuat kedekatan anggota legislatif dengan struktur partai dan konstituen, serta mendorong evaluasi kinerja secara berkala.
Kegiatan diakhiri dengan penyerahan buku “Etika dan Integritas Pejabat Publik” secara simbolis oleh Ustaz Muh Taufik HS kepada pengurus MPD PKS Pekanbaru.
Penyerahan tersebut menjadi simbol kolaborasi literasi dalam mengawal integritas pejabat publik.
Sebab dalam politik, kemenangan di bilik suara hanyalah awal. Ujian sesungguhnya justru dimulai ketika kekuasaan sudah berada dalam genggaman.***












