TERITORIAL24.COM,BOJONEGORO – Bidang Petani, Peternak, dan Nelayan (BPPN) DPP PKS melakukan langkah tidak biasa dalam menggelar Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) se-Jawa Timur,Senin(29/12/2025).
Alih-alih menggunakan hotel berbintang, konsolidasi nasional ini dilaksanakan langsung di tengah kandang domba milik Ketua BPPN PKS Jatim, Aringga, di Bojonegoro.
Langkah ini diambil untuk memperkuat filosofi keberpihakan partai terhadap rakyat kecil sekaligus meluncurkan strategi besar pemberdayaan ekonomi berbasis hilirisasi.
Fokus pada Hilirisasi dan Kesejahteraan
Ketua DPP PKS BPPN, Riyono, menegaskan bahwa fokus utama PKS adalah menjadikan petani, peternak, dan nelayan kecil sebagai lokomotif ekonomi nasional.
> “Kuncinya adalah kesejahteraan berbasis hilirisasi. Kami fokus pada edukasi dan pemberdayaan agar mereka mampu bangkit dan mandiri secara ekonomi,” ujar Riyono yang akrab disapa Riyono Caping, Anggota Komisi IV DPR RI.
Agenda Strategis & Aksi Nyata
Rakorwil ini bukan sekadar pertemuan seremonial, melainkan diisi dengan serangkaian program aplikatif, di antaranya:
* Sosialisasi Program Utama 2026: Pemaparan arah kebijakan nasional PKS untuk sektor pangan.
* Edukasi Praktis: Pelatihan penggunaan dan pembuatan pupuk organik mandiri untuk mengurangi ketergantungan petani pada pupuk kimia.
* Distribusi Alat: Penyerahan bantuan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) kepada kader penggerak di Jawa Timur.
* Transaksi Langsung: Melakukan transaksi ekonomi di lokasi sebagai bentuk dukungan nyata terhadap peternak lokal.
Lahirkan Sekolah Ternak Tani Nelayan (STTN)
Salah satu poin krusial dalam pertemuan ini adalah pengukuhan Sekolah Ternak Tani Nelayan (STTN) Jawa Timur. Lembaga ini diberi mandat khusus oleh DPP PKS untuk melakukan pembinaan masif di akar rumput.
Target ambisius telah ditetapkan: Merekrut ribuan Duta Tani pada tahun 2026.
Para duta ini diharapkan menjadi pionir modernisasi pertanian dan peternakan di desa-desa, sekaligus menjadi jembatan aspirasi antara rakyat dan kebijakan pusat.












