TERITORIAL24.COM,SEOUL – Gejolak politik di Korea Selatan semakin memanas setelah mantan ibu negara Kim Keon Hee resmi ditangkap pada pekan ini.
Penangkapan ini mencetak sejarah baru karena terjadi bersamaan dengan penahanan mantan presiden Yoon Suk Yeol, suaminya, yang kini juga tengah menghadapi kasus hukum.
Menurut laporan The Guardian,Rabu(17/9/2024),Kim Keon Hee ditangkap berdasarkan surat perintah pengadilan atas dugaan keterlibatan dalam kasus manipulasi harga saham dan pelanggaran hukum dana politik.
Jaksa menuding Kim telah meraup keuntungan lebih dari 800 juta won atau setara dengan Rp 8,7 miliar dari praktik ilegal tersebut.
Skandal Manipulasi Saham Deutsch Motors
Kasus ini berakar pada dugaan konspirasi Kim bersama sejumlah pialang saham untuk menaikkan harga saham Deutsch Motors, sebuah dealer mobil lokal, antara tahun 2009 hingga 2012.
Skandal ini telah lama membayangi perjalanan politik Yoon Suk Yeol bahkan sejak ia masih menjabat sebagai presiden.
Dalam keterangannya, jaksa menegaskan bahwa bukti yang dikumpulkan cukup kuat untuk membawa kasus ini ke meja hijau.
Namun, Kim Keon Hee membantah semua tuduhan tersebut dan menyebut dirinya tidak bersalah.
Kontroversi yang Membayangi
Selain kasus saham, nama Kim Keon Hee juga kerap terseret dalam kontroversi lain, mulai dari dugaan plagiarisme akademik hingga skandal tas tangan mewah Dior.
Deretan kasus ini membuat publik Korea Selatan semakin kritis terhadap integritas keluarga mantan presiden.
Media internasional, termasuk The Guardian, menggambarkan kasus hukum yang menimpa Kim dan suaminya sebagai sebuah “bom politik” yang dapat mengguncang stabilitas politik Korea Selatan.
Risiko besar kini menghadang Kim Keon Hee, mengingat tekanan publik dan sorotan internasional yang semakin meningkat.
Akuntabilitas Politik di Korea Selatan
Penangkapan mantan ibu negara ini kembali menyoroti isu akuntabilitas elit politik dan bisnis di Korea Selatan.
Negara tersebut memang memiliki sejarah panjang kasus korupsi yang menjerat pejabat tinggi, mulai dari mantan presiden hingga keluarga mereka.












