Rangkaian proyek tersebut kembali menempatkan pembangunan infrastruktur pengendalian banjir sebagai agenda prioritas pemerintah provinsi.
Namun, tantangan utama tetap pada ketepatan waktu pelaksanaan dan dampaknya terhadap pengurangan risiko bencana, terutama di wilayah yang selama ini berulang kali terdampak banjir dan abrasi.(Anggi)












