Sumatera Utara

PRSU ke-50, Melihat Sumatera Utara dari Langkah Seorang Pengunjung

35
×

PRSU ke-50, Melihat Sumatera Utara dari Langkah Seorang Pengunjung

Sebarkan artikel ini

TERITORIAL24.COM, MEDAN – Bagi sebagian orang, Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) mungkin hanya identik dengan konser musik atau pasar malam.

Namun, bagi Gischa Ayu Sabrina (20), kunjungan pertamanya ke PRSU ke-50 justru membuka pengalaman yang lebih luas: mengenal wajah Sumatera Utara dalam satu kawasan.

Sejak memasuki area PRSU, matanya seolah dipaksa memilih ke mana harus melangkah lebih dulu. Di satu sisi terdengar riuh panggung hiburan, di sisi lain aroma kuliner menguar dari puluhan stan makanan. Di antara keduanya, berdiri megah paviliun-paviliun kabupaten dan kota yang menjadi etalase budaya Sumatera Utara.

“Ini pertama kali saya datang ke PRSU dan ternyata seru sekali. Di sini banyak kuliner, ada konser, dan juga paviliun dari kabupaten dan kota di Sumatera Utara yang menurut saya menarik untuk dikunjungi,” ujarnya, Rabu 29 Juli 2026.

Bagi Gischa, PRSU bukan sekadar tempat menghabiskan akhir pekan. Setiap paviliun seperti mengajak pengunjung mengenal karakter daerah tanpa harus bepergian jauh.

Langkahnya sempat terhenti cukup lama di Paviliun Kabupaten Batu Bara.

Bangunan yang didominasi material kayu dengan konsep rumah panggung tradisional langsung menarik perhatian.

“Saya suka Paviliun Batu Bara karena nuansa tradisionalnya terasa sekali. Bangunannya didominasi kayu seperti rumah panggung, sehingga suasana khas daerahnya benar-benar hidup,” katanya.

Namun, sebagai warga Deli Serdang, ia tentu tak melewatkan paviliun daerah asalnya. Menurutnya, desain Paviliun Deli Serdang berhasil memadukan identitas Melayu dengan konsep yang lebih modern.

Dominasi warna kuning dan putih diperkaya ornamen persawahan yang menjadi simbol daerah agraris.

Keramahan petugas yang menyambut pengunjung juga meninggalkan kesan tersendiri.

“Di dalamnya juga ada ornamen yang menggambarkan persawahan, sehingga identitas Deli Serdang terasa kuat. Petugasnya juga ramah saat menyambut pengunjung,” tuturnya.

Perjalanan berlanjut ke area peserta internasional. Kehadiran Paviliun Malaysia menjadi pengalaman baru yang tidak ia duga sebelumnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *