Religi

Ramadhan, Iman, dan Cinta: Pesan Menyentuh Ustadz Jufri di Safari Ramadhan Tebing Tinggi

307
×

Ramadhan, Iman, dan Cinta: Pesan Menyentuh Ustadz Jufri di Safari Ramadhan Tebing Tinggi

Sebarkan artikel ini

Menakar Kedalaman Spiritual dan Harmoni Sosial dalam Bingkai Ibadah di Masjid Al Mujahadah

Agenda Safari Ramadhan Pemerintah Kota Tebing Tinggi di Masjid Al Mujahadah, Kecamatan Padang Hulu, Jumat (20/2/2026)(foto:Din)

TERITORIAL24.COMTEBING TINGGI – Agenda Safari Ramadhan Pemerintah Kota Tebing Tinggi di Masjid Al Mujahadah, Kecamatan Padang Hulu, Jumat (20/2/2026), menjadi momentum refleksi yang mendalam.

Di hadapan Penjabat (Pj) Walikota Tebing Tinggi dan jajaran jamaah, Ustadz Jufri menyampaikan untaian pesan bermakna mengenai hakikat menyambut bulan suci.

Acara yang mempertemukan pemimpin dan rakyatnya dalam bingkai ibadah ini tidak hanya sekadar formalitas birokrasi, namun menjadi ruang bagi penguatan ruhani kolektif.

Antara Iman dan Panggilan Kemuliaan

Dalam tausiyahnya, Ustadz Jufri menekankan bahwa dasar utama dalam menjalani Ramadhan adalah iman.

Menurutnya, imanlah yang melahirkan rasa cinta untuk menjalankan setiap perintah Allah SWT.

Ia mengingatkan bahwa seruan “Yaa ayyuhalladzina aamanu” (Wahai orang-orang yang beriman) adalah sebuah bentuk penghormatan eksklusif dari Tuhan kepada hamba-Nya.

“Ramadhan bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan bentuk penghargaan dan penghormatan Allah kepada orang-orang beriman,” ungkapnya dengan khidmat.

Tiga Tipologi Manusia di Bulan Suci

Ustadz Jufri membedah tiga kategori manusia dalam merespons kehadiran Ramadhan:

* Kelompok Apatis: Mereka yang merasa Ramadhan sama saja dengan bulan lainnya, tanpa ada getaran batin maupun persiapan ruhani.

* Kelompok Formalitas: Mereka yang menjalankan puasa murni karena kewajiban hukum. Ada kesadaran, namun belum menyentuh aspek kedalaman rasa.

* Kelompok Pecinta: Mereka yang menyambut Ramadhan dengan iman dan cinta. Mereka membalas cinta Allah dengan amal terbaik karena menyadari kesempatan bertemu Ramadhan adalah anugerah umur dan kesehatan yang tak ternilai.

Kesadaran ‘Fakir’ di Hadapan Sang Pencipta

Pesan kuat juga disampaikan mengenai kerendahan hati. Ustadz Jufri mengingatkan bahwa setinggi apa pun jabatan, sedalam apa pun ilmu, dan sebanyak apa pun harta, manusia tetaplah makhluk yang “fakir” atau membutuhkan Tuhan.

“Tidak ada di dunia ini yang menjadi hak milik mutlak manusia. Semua hanyalah titipan yang suatu saat akan diminta kembali. Kesadaran sebagai makhluk fakir inilah yang melahirkan kerendahan hati, dan Ramadhan adalah madrasahnya,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *