Peristiwa

Ratusan Siswa-Guru SMKN 1 Boyolangu Tulungagung Mendadak Diare, Menu MBG Disorot

72
×

Ratusan Siswa-Guru SMKN 1 Boyolangu Tulungagung Mendadak Diare, Menu MBG Disorot

Sebarkan artikel ini

TULUNGAGUNG I TERITORIAL24.COM — Suasana SMK Negeri 1 Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, mendadak geger pada Kamis (17/9/2026). Ratusan siswa dan sejumlah guru dilaporkan mengalami keluhan pencernaan hingga diare secara bersamaan.

Kondisi tersebut terjadi setelah mereka mengonsumsi makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Keluhan massal itu membuat pihak sekolah bergerak cepat. Petugas UKS mulai menerima laporan siswa yang mengalami sakit sekitar pukul 13.00 WIB.

Tim medis dari puskesmas kemudian diterjunkan untuk memeriksa para siswa, sementara Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung turun langsung ke sekolah untuk memastikan kondisi para korban.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung, Desi Lusiana Wardani, bersama tim kesehatan melakukan pengecekan terhadap sejumlah siswa yang mengalami gejala serupa.

Beberapa siswa menjalani pemeriksaan dokter dan petugas medis di lokasi. Penanganan dilakukan sebagai langkah awal untuk memastikan kondisi mereka sekaligus mengantisipasi munculnya korban baru.

Kepala SMKN 1 Boyolangu, Trisno Wibowo, melalui Fajar Luthfianto, membenarkan adanya kejadian tersebut.

Menurut pihak sekolah, laporan mengenai banyaknya siswa yang mengalami keluhan kesehatan pertama kali masuk melalui petugas Unit Kesehatan Sekolah (UKS) sekitar pukul 13.00 WIB.

Seiring bertambahnya laporan, pihak sekolah langsung berkoordinasi dengan Dinkes Tulungagung dan fasilitas kesehatan setempat.

Dugaan pun mengarah pada makanan MBG yang dikonsumsi siswa sebelum munculnya keluhan. Namun, pihak berwenang belum memastikan bahwa makanan tersebut merupakan penyebab gangguan kesehatan.

Dinkes masih melakukan pemeriksaan untuk mengungkap penyebab sebenarnya.

Selain melakukan pemeriksaan terhadap siswa, petugas juga mengumpulkan informasi mengenai menu yang dikonsumsi serta melakukan pendataan dan penelusuran terhadap sampel makanan.

Jumlah pasti siswa dan guru yang mengalami gejala hingga Kamis malam masih dalam proses pendataan.

Pihak sekolah bersama Dinkes juga terus memantau kondisi para siswa. Layanan medis disiagakan untuk mengantisipasi apabila ada korban lain yang mulai mengalami gejala serupa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *