TERITORIAL24.COM, MEDAN – Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas membuka Pelatihan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Level I bagi aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Medan, Senin, 14 Juli 2025, di Hotel Le Polonia.
Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya integritas dan profesionalisme sebagai fondasi dalam setiap proses pengadaan.
“Pengadaan barang dan jasa bukan sekadar soal anggaran, tapi soal tanggung jawab. Ini bukan hanya menambah ilmu, tapi juga soal menetapkan diri untuk menjaga integritas,” ujar Rico Waas di hadapan peserta pelatihan.
Pelatihan ini digelar bekerja sama dengan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Republik Indonesia (LKPP RI), dan dihadiri oleh Penjamin Mutu LKPP RI Henky Rizki Widiardi, Kepala BKPSDM Medan Subhan Fajri Harahap, serta pimpinan perangkat daerah.
Rico menyoroti sejumlah kelemahan yang selama ini mengiringi proses pengadaan, termasuk pemborosan anggaran akibat kualitas barang yang tidak sesuai standar.
“Jangan asal ada, tapi kualitasnya buruk. Akhirnya beli lagi, menumpuk di gudang. Itu bukan pembangunan, itu pemborosan,” tegasnya.
Ia mengingatkan bahwa pengadaan barang/jasa harus dijalankan secara transparan, efisien, dan akuntabel. Namun, di balik pernyataan tegas itu, catatan publik menunjukkan bahwa praktik pengadaan di tingkat daerah masih menyisakan banyak persoalan: mulai dari permainan proyek, mark-up anggaran, hingga ketidakjelasan standar kualitas barang yang diadakan.
Pelatihan ini diikuti puluhan ASN dari berbagai OPD dan akan berlangsung selama dua hari, dilanjutkan dengan ujian sertifikasi yang digelar di Universitas Prima Medan pada 18 Juli.
Materi pelatihan disampaikan oleh Agus Arif Rakhman dan Wijaya Hasrimi dari LKPP RI.
Meski pelatihan ini menunjukkan komitmen Pemko dalam meningkatkan kapasitas birokrasi, publik berharap pelatihan tak berhenti pada tataran seremonial.
Penguatan sistem pengawasan, pemberdayaan inspektorat, serta keterlibatan masyarakat dalam memantau proyek pengadaan menjadi tuntutan yang tak kalah penting.












