Kota Medan

Rico Waas Kepincut Taman Lili Suheri, Mau Jadi Tempat Nongkrong Anak Muda Medan

266
×

Rico Waas Kepincut Taman Lili Suheri, Mau Jadi Tempat Nongkrong Anak Muda Medan

Sebarkan artikel ini

TERITORIAL24.COM, MEDAN – Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, lagi-lagi kepikiran soal ruang terbuka hijau. Kali ini, sasarannya adalah Taman Lili Suheri yang berada tepat di jantung kota.

Rico ingin taman seluas 2.000 meter persegi itu tidak hanya jadi tempat pohon-pohon berdiri manis, tapi juga jadi ruang kumpul anak muda Medan.

Hal itu disampaikan Rico saat menerima kunjungan Pengurus Koperasi Berkah Alam Sejahtera Berasa di rumah dinasnya, Kamis (28/8/2025).

“Yang terpenting bagaimana cara pengelolaannya, alur masyarakatnya, dan konsep yang akan dibangun harus sejalan dengan program Pemko Medan,” kata Rico, yang hadir bersama Wakil Wali Kota Medan, H. Zakiyuddin Harahap.

Rico membandingkan dengan kota besar lain seperti Jakarta, Surabaya, dan Bandung yang sudah punya ruang terbuka dengan fungsi ganda.

Menurutnya, Taman Lili Suheri bisa dikembangkan jadi sentral UMKM, ruang pertunjukan seni, sampai kegiatan ekonomi kreatif.

“Saya ingin di situ nanti ditempatkan UMKM lokal yang punya produk berkelas,” tegas Rico.

Selain area hijau, taman itu juga punya sejumlah bangunan yang bisa dipakai jadi galeri UMKM. Karena itu, Rico meminta pengelola nantinya menggandeng Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Medan.

“Produk-produk binaan Dekranasda bisa ditampilkan di sana,” ujarnya.

Wakil Wali Kota Zakiyuddin Harahap sepakat dengan ide tersebut. Menurutnya, posisi taman yang berada di Jalan Listrik, Medan Petisah, terlalu strategis untuk dibiarkan sepi.

“Harus segera digelorakan kembali,” kata Zakiyuddin.

Sementara itu, Ketua Koperasi Berkah Alam Sejahtera Berasa, KH Megah Miko, memaparkan konsep pengelolaan yang mereka bawa.

Katanya, Taman Lili Suheri nantinya akan dijadikan ruang publik yang inklusif dan aksesibel, sekaligus pusat aktivitas ekonomi kreatif, UMKM, serta ruang ekspresi seni dan budaya.(Anggi)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *