Sumatera Utara

Seluruh SMA, SMK, dan SLB di Sumut Kini Teraliri Listrik dan Internet

175
×

Seluruh SMA, SMK, dan SLB di Sumut Kini Teraliri Listrik dan Internet

Sebarkan artikel ini

TERITORIAL24.COM, MEDAN — Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menyatakan seluruh Sekolah Menengah Atas, Sekolah Menengah Kejuruan, dan Sekolah Luar Biasa di bawah kewenangan Dinas Pendidikan Sumut kini telah teraliri listrik dan internet.

Pemenuhan akses tersebut ditujukan untuk mendukung digitalisasi pendidikan dan pemerataan kualitas pembelajaran.

Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Utara Alexander Sinulingga mengatakan realisasi akses listrik dan internet di seluruh SMA, SMK, dan SLB telah mencapai 100 persen.

“Seluruh sekolah yang dibawahi langsung oleh Disdik Sumut sudah teraliri listrik dan internet,” kata Alexander dalam konferensi pers di Kantor Gubernur Sumut, Medan, Rabu, 21 Januari 2026.

Ia menjelaskan, sepanjang 2025 terdapat 163 sekolah yang dipasang jaringan internet. Untuk kelistrikan, tujuh sekolah dipasangi pembangkit listrik tenaga surya, 25 sekolah dilakukan perbaikan instalasi listrik, dan 21 sekolah mendapatkan penambahan daya.

Menurut Alexander, strategi pemenuhan akses listrik dan internet disesuaikan dengan kondisi wilayah. Di daerah yang belum memiliki jaringan listrik, pemerintah memasang pembangkit listrik tenaga surya.

Sementara di wilayah yang sudah terjangkau listrik, Disdik Sumut bekerja sama dengan PLN. Untuk akses internet, sekolah di daerah tanpa jaringan kabel memanfaatkan layanan internet berbasis satelit, terutama di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar.

“Digitalisasi pendidikan tidak mungkin dilakukan jika sarana dasarnya belum tersedia. Akses listrik dan internet harus dipenuhi agar pembelajaran digital berjalan interaktif dan tidak ada kesenjangan antara daerah 3T dan wilayah yang mudah dijangkau,” ujar Alexander.

Ia menambahkan, pemenuhan infrastruktur tersebut diharapkan meningkatkan kualitas guru dan siswa serta mendorong pemerataan literasi teknologi di seluruh wilayah Sumatera Utara.

Dalam kesempatan yang sama, Alexander juga menyampaikan rencana peluncuran Program Unggulan Bersekolah Gratis pada tahun ajaran 2026/2027.

Program tersebut akan diterapkan di lima kabupaten/kota di Kepulauan Nias serta lima daerah yang dinilai paling terdampak bencana, yakni Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Kota Sibolga, dan Kabupaten Langkat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *