Daerah

Semarak Hari Jadi ke-821 Tulungagung, Pagelaran Wayang Kulit di Titik Nol Kilometer Hadirkan Pesan Budaya dan Kebersamaan

116
×

Semarak Hari Jadi ke-821 Tulungagung, Pagelaran Wayang Kulit di Titik Nol Kilometer Hadirkan Pesan Budaya dan Kebersamaan

Sebarkan artikel ini

TULUNGAGUNG I TERITORIAL24.COM – Semarak peringatan Hari Jadi ke-821 Kabupaten Tulungagung berlangsung meriah melalui pagelaran Wayang Kulit kolaborasi lintas organisasi seni di kawasan Titik 0 Kilometer Tulungagung, Jumat malam (6/11/2026).

Kegiatan yang digelar Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disbudpar) Kabupaten Tulungagung ini menjadi salah satu upaya nyata dalam menjaga kelestarian seni tradisional sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Jawa kepada masyarakat.

Pagelaran tersebut melibatkan dua organisasi seni, yakni Pakumpulan Dhalang Anom Tulungagung (Pakudhatu) dan Paguyupan Sinden Tulungagung (Pasinta).

Kolaborasi ini mengangkat lakon bertajuk “Berdikari, Apakah Aku adalah Aku?”, sebuah tema yang mengajak masyarakat merenungkan jati diri, kemandirian, serta nilai-nilai kehidupan melalui seni pewayangan.

Suasana pertunjukan semakin istimewa dengan kehadiran sinden muda berbakat, Riska Desila Putri. Meski merupakan penyandang disabilitas netra, Riska turut menunjukkan kiprahnya dalam dunia seni tradisional. Kehadirannya menjadi gambaran bahwa keterbatasan fisik bukan penghalang untuk berkarya, mengembangkan potensi, dan ikut melestarikan kebudayaan bangsa.

Plt. Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, turut hadir menyaksikan pertunjukan tersebut. Ia menyampaikan bahwa pagelaran Wayang Kulit kolaborasi menjadi ruang pertemuan antara seni tradisi, kreativitas, dan semangat kebersamaan.

Menurutnya, melalui pertunjukan wayang kulit, masyarakat diajak kembali mengenal nilai-nilai luhur budaya Jawa yang sarat pesan kehidupan, filosofi, keteladanan, serta kearifan lokal.

Nilai-nilai tersebut dinilai tetap relevan untuk menjadi pedoman dalam kehidupan bermasyarakat di tengah perkembangan zaman.

Pemilihan kawasan Titik 0 Kilometer sebagai lokasi kegiatan juga memberikan makna tersendiri. Sebagai salah satu titik penting Kabupaten Tulungagung, ruang publik tersebut menjadi tempat berkumpulnya masyarakat untuk menikmati pertunjukan seni sekaligus merasakan kemeriahan hari jadi daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *