TULUNGAGUNG I TERITORIAL24.COM– Upaya meningkatkan kualitas kesehatan anak usia sekolah terus dilakukan UPT Puskesmas Ngantru melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG) Sekolah. Program ini menjadi langkah preventif untuk mendeteksi sejak dini berbagai potensi gangguan kesehatan pada peserta didik.
Kepala UPT Puskesmas Ngantru, dr. Dedi Hariyanto, mengungkapkan bahwa hingga 30 September 2026, capaian pelaksanaan CKG di wilayah kerjanya telah mencapai 11.264 orang atau sekitar 32 persen dari jumlah penduduk.
Dari total capaian tersebut, sebanyak 6.745 orang mengikuti CKG umum, sedangkan 4.519 orang merupakan peserta CKG sekolah.
Khusus pelaksanaan CKG sekolah, kegiatan dijadwalkan berlangsung selama September hingga Oktober 2026 dengan menyasar 27 lembaga pendidikan. Rinciannya, 22 SD/MI, 4 SMP/MTs, dan 1 SMA.
Menurut dr. Dedi, pemeriksaan kesehatan bagi anak sekolah ini penting dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan peserta didik secara menyeluruh. Dengan demikian, potensi masalah kesehatan dapat diketahui lebih awal sehingga bisa segera ditindaklanjuti.
Sebelum mengikuti pemeriksaan, peserta diwajibkan melakukan pendaftaran melalui laman resmi https://ayockg.kemkes.go.id serta mengisi skrining kesehatan mandiri.
Adapun jenis pemeriksaan yang diberikan meliputi antropometri atau pengukuran tinggi dan berat badan, pemeriksaan tekanan darah, mata, telinga, gigi, kulit, hingga kebugaran jasmani.
Rangkaian pemeriksaan tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran kondisi kesehatan anak, sekaligus menjadi dasar untuk meningkatkan perhatian terhadap kesehatan dan tumbuh kembang mereka.
Menariknya, hasil pemeriksaan CKG nantinya akan disampaikan dalam bentuk rapor kesehatan yang dikirimkan oleh Kementerian Kesehatan melalui nomor WhatsApp yang telah didaftarkan peserta.
Melalui program ini, orang tua diharapkan dapat mengetahui kondisi kesehatan anak secara lebih mudah dan memperoleh informasi apabila terdapat hal-hal yang perlu mendapatkan perhatian atau pemeriksaan lanjutan.












