TULUNGAGUNG I TERITORIAL24.COM – Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung terus menggencarkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) sebagai upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui deteksi dini penyakit.
Pelaksanaannya dilakukan melalui UPT Puskesmas Ngantru dengan menyasar puluhan sekolah mulai jenjang SD, SMP/MTs hingga SMA.
Program ini menjadi langkah pemerintah dalam memperkuat pelayanan kesehatan preventif sekaligus membangun kesadaran masyarakat agar lebih peduli terhadap kondisi kesehatannya sejak dini.
Kepala UPT Puskesmas Ngantru, dr. Dedi Hariyanto, mengatakan pelaksanaan CKG anak sekolah dilakukan bersamaan dengan kegiatan screening kesehatan rutin di sekolah agar pelayanan lebih efektif dan jangkauan pemeriksaan semakin luas.
“CKG anak sekolah kebetulan berbarengan dengan waktunya screening kesehatan anak sekolah, sehingga sekalian dilakukan CKG,” ungkap dr. Dedi saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (5/11/2026).
Di wilayah kerja Puskesmas Ngantru, sasaran pemeriksaan meliputi sekitar 30 sekolah dasar, empat SMP/MTs, dan dua SMA. Mengingat banyaknya sekolah yang harus dikunjungi, pelaksanaan kegiatan diperkirakan membutuhkan waktu sekitar satu setengah bulan.
Hasil pemeriksaan selanjutnya dimasukkan ke aplikasi Indonesia Sehat. Rapor kesehatan siswa kemudian dikirimkan kepada orang tua atau wali murid melalui WhatsApp menggunakan nomor yang telah didaftarkan.
“Setelah kita entry di aplikasi, kita mengirimkan rapor. Jadi hasil CKG itu dikirimkan melalui WhatsApp yang sudah didaftarkan,” jelasnya.
Tak hanya anak sekolah, CKG juga menyasar masyarakat umum.
Hingga saat ini, Puskesmas Ngantru telah menjangkau sekitar 1.300 orang. Pelayanan dilakukan melalui kunjungan ke puskesmas, baik rawat jalan maupun rawat inap, serta kegiatan luar gedung seperti Posyandu ILP, PKK, dan kegiatan kesehatan masyarakat lainnya.
Dari jumlah penduduk sekitar 11.300 jiwa, capaian pemeriksaan disebut telah mencapai 32 persen.
Dr. Dedi menjelaskan, pemeriksaan diawali dengan screening mandiri untuk mengetahui kebiasaan dan potensi risiko kesehatan. Pemeriksaan lanjutan disesuaikan dengan kondisi masing-masing individu.












