Blitar Raya

SMKN 1 Kademangan Blitar Luncurkan Agro Tekno Park, Padukan Pendidikan Vokasi dan Technopreneurship

33
×

SMKN 1 Kademangan Blitar Luncurkan Agro Tekno Park, Padukan Pendidikan Vokasi dan Technopreneurship

Sebarkan artikel ini

BLITAR I TERITORIAL24.COM — SMK Negeri 1 Kademangan Kabupaten Blitar terus memperkuat perannya sebagai sekolah vokasi yang tidak hanya menyiapkan lulusan siap kerja, tetapi juga mendorong siswa menjadi inovator dan wirausahawan muda.

Hal itu ditandai dengan peluncuran Eduwisata Agro Tekno Park dalam rangkaian SKANEKA INNOFEST sekaligus Dies Natalis ke-23 SMKN 1 Kademangan, Selasa, 29 September 2026.

Kepala Sekolah SMKN 1 Kademangan, Hadi Sucipto mengatakan pengembangan Agro Tekno Park menjadi salah satu keunggulan sekolah karena menggabungkan pembelajaran, teknologi, produksi, dan kewirausahaan dalam satu ekosistem.

“Keunggulan kami adalah bagaimana pembelajaran tidak berhenti di kelas. Siswa bisa belajar langsung melalui unit produksi, teknologi pertanian, peternakan, perikanan, hingga pemasaran,” ujar Hadi Sucipto.

Menurutnya, konsep tersebut membuat siswa mendapatkan pengalaman yang lebih dekat dengan kondisi dunia kerja dan dunia usaha.

Berbagai teknologi juga diterapkan untuk mendukung proses pembelajaran dan produksi, termasuk sistem berbasis Internet of Things (IoT).

SMKN 1 Kademangan memiliki tujuh program keahlian, yakni Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura, Agribisnis Ternak Unggas, Agribisnis Perikanan Air Tawar, Teknik Kendaraan Ringan, Bisnis Daring dan Pemasaran, Teknik Komputer dan Jaringan, serta Animasi.

Keragaman kompetensi tersebut menjadi kekuatan tersendiri. Bidang pertanian dan peternakan dapat dipadukan dengan teknologi komputer, rekayasa mesin, pemasaran digital, hingga industri kreatif.

Di sektor pertanian, misalnya, sekolah mengembangkan greenhouse melon hidroponik, sistem irigasi sprinkler, serta berbagai komoditas tanaman.

Pada bidang peternakan terdapat penerapan SMART FARM dengan Ci Touch dari Chickind Indonesia/PT Sinergi Ketahanan Pangan Indonesia dan kandang tertutup yang terintegrasi teknologi.

Sementara di bidang perikanan, siswa belajar mengelola budidaya ikan air tawar dengan sistem bioflok.

Kompetensi teknologi informasi mendukung penerapan sensor dan otomatisasi, sedangkan jurusan pemasaran dan animasi membantu mengembangkan promosi serta pengelolaan eduwisata.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *