Daerah

SMKN 1 Tulungagung Diproyeksikan Jadi Episentrum Pendidikan Ketahanan Pangan di Mataraman

70
×

SMKN 1 Tulungagung Diproyeksikan Jadi Episentrum Pendidikan Ketahanan Pangan di Mataraman

Sebarkan artikel ini

TERITPRIAL24.COM, TULUNGAGUNG – Di balik lancarnya kunjungan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, ke SMKN 1 Tulungagung, Kamis (14/5/2026), tersimpan cerita tentang persiapan matang yang dilakukan sejak sehari sebelumnya.

Agenda besar peresmian revitalisasi sarana pendidikan kawasan Mataraman itu ternyata dikawal ketat oleh jajaran Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur demi memastikan seluruh rangkaian acara berjalan tanpa cela.

Langkah cepat terlihat saat Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, bersama Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Tulungagung–Trenggalek, Dian Pemilu Sari, turun langsung melakukan inspeksi final ke berbagai titik strategis sekolah.

Fokus utama peninjauan berada di sektor produktif sekolah yang menjadi etalase unggulan saat kunjungan gubernur.

Mulai dari area pertanian, peternakan, hingga perikanan diperiksa secara detail untuk memastikan kesiapan fasilitas revitalisasi bantuan pusat benar-benar siap digunakan, bukan sekadar tampil baik saat seremoni.

Tak hanya mengecek kesiapan fisik, Aries Agung Paewai juga memberikan penguatan visi kepada kepala sekolah dan tenaga pendidik.

Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa SMKN 1 Tulungagung diproyeksikan menjadi bagian penting dalam Program SIKAP (Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan) milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

“SMKN 1 Tulungagung ini kami proyeksikan sebagai living laboratory atau laboratorium hidup. Tempat ini tidak boleh hanya menjadi ruang praktik yang kaku, melainkan wahana interaktif untuk membentuk karakter mandiri generasi muda di sektor agrobisnis,” tegas Aries saat peninjauan.

Konsep “laboratorium hidup” tersebut diharapkan mampu mendorong siswa lebih dekat dengan praktik nyata pengelolaan pangan.

Para pelajar tidak hanya belajar teori, tetapi juga diajak memahami potensi alam, tata kelola produksi pangan, hingga menciptakan inovasi bernilai ekonomi sejak dini.

Senada dengan hal itu, Dian Pemilu Sari menegaskan pihaknya siap mengawal keberlanjutan program pasca-kunjungan gubernur. Menurutnya, revitalisasi sarana pendidikan harus mampu melahirkan dampak nyata terhadap kualitas kompetensi siswa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *