Bisnis dan Teknologi

SMSI Sumut Apresiasi Tim Riset UMA dan UISU, Dorong UKW Khusus Media Siber Berbasis SEO

78
×

SMSI Sumut Apresiasi Tim Riset UMA dan UISU, Dorong UKW Khusus Media Siber Berbasis SEO

Sebarkan artikel ini

SMSI juga mendapat penghargaan atas aksi donor darah serentak di 33 provinsi dalam rangka HUT ke-7 SMSI yang diberitakan sekitar 1.300 media online.

“Dengan capaian tersebut, SMSI tentunya tidak sekadar sebagai sampel penelitian. SMSI juga berperan penting dalam ikut merumuskan desain model implementasi SEO yang diwujudkan dalam produk jurnalistik, tidak hanya mengejar profit, tetapi juga tetap memperhatikan etika dan hukum pers,” ujarnya.

 

Algoritma Google Dinamis

 

Sementara itu, Ketua Tim Riset Dr Dedi Sahputra menjelaskan, perkembangan algoritma mesin pencari, khususnya Google, berlangsung dinamis.

Kondisi tersebut membuat wartawan dan editor perlu memahami teknik mengemas produk jurnalistik agar ramah mesin pencari atau SEO friendly.

“Saat ini lebih dari 51.000 media siber pertumbuhannya masih tinggi, tetapi rentan secara ekonomi sehingga memicu kompetisi trafik yang brutal.

Sementara 16.245 wartawan tersertifikasi, tetapi hanya 9.409 dari media siber,” jelas Dedi saat memaparkan materi workshop.

Menurut Dedi, kondisi tersebut menunjukkan adanya kebutuhan untuk memperkuat kompetensi wartawan media siber, terutama dalam memahami SEO dan literasi algoritmik.

Ia menyoroti belum adanya pengujian khusus terkait SEO dalam pelaksanaan UKW yang selama ini menjadi salah satu instrumen sertifikasi kompetensi wartawan.

“0 persen ujian SEO di UKW karena modul UKW PWI saat ini mengabaikan uji spesifik mengenai SEO dan literasi algoritmik,” katanya.

Dedi menegaskan, kemampuan SEO tidak boleh dipisahkan dari pemahaman mengenai etika dan hukum pers. Wartawan maupun editor harus mampu memastikan setiap produk jurnalistik memenuhi standar jurnalistik sebelum dipublikasikan.

Ia mengusulkan agar literasi SEO mulai menjadi bagian dari materi uji formal dalam jenjang UKW.

“Wartawan muda: eksekusi, wartawan madya: strategi, dan wartawan utama: kebijakan,” pungkasnya.

Melalui desain model UKW khusus media siber tersebut, kompetensi wartawan diharapkan dapat menyesuaikan diri dengan karakteristik industri media digital, sekaligus tetap menjaga kualitas, etika, dan kepatuhan terhadap hukum pers.(Akbar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *