Dengan menembuskan surat ini ke tingkat Provinsi dan DPRD, mereka sedang membangun benteng pengawasan berlapis.
”Lingkungan hidup itu soal nyawa, bukan soal estetika foto pejabat di depan taman. Setiap jengkal ruang hijau akan kami pantau. Jika masih ada yang ‘main mata’ dengan pohon-pohon kota, kami yang akan berdiri paling depan untuk koordinasi ke level lebih tinggi,” pungkas tim GEMA.
Bola panas kini menggelinding di meja Dinas Lingkungan Hidup Kota Tebing Tinggi.
Publik kini menanti: Apakah pemerintah akan memilih menjaga akar pohon tetap kuat, atau membiarkan warga kembali bersiap membeli sekoci untuk banjir berikutnya.***












