Urban Community Park Kebun Bunga kini dilengkapi dengan lapangan sepak bola berstandar nasional, lapangan voli, tenis indoor dan outdoor, bulu tangkis, futsal, serta fasilitas panjat tebing, skate park, dan water play.
Keberadaan fasilitas olahraga yang lengkap ini diharapkan tidak hanya akan menjadi tempat bagi warga untuk beraktivitas fisik, tetapi juga menjadi pusat interaksi sosial yang dapat menguatkan hubungan antarwarga.
Menumbuhkan Kewirausahaan Lokal
Selain fokus pada pengembangan olahraga, Bobby Nasution juga mengungkapkan harapan besar agar taman ini dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian sekitar.
Sejak proyek ini mulai dilaksanakan, banyak warga sekitar yang memanfaatkan kesempatan untuk membuka usaha kecil di sekitar kawasan.
Kehadiran Urban Community Park Kebun Bunga diharapkan dapat menciptakan lapangan pekerjaan baru dan merangsang aktivitas ekonomi lokal.
“Banyak warga yang sudah membuka usaha di sekitar sini. Ini adalah peluang besar, dan saya berharap Pemko Medan dapat segera menyusun aturan yang memberikan insentif bagi mereka yang membuka usaha di sini.
Dengan begitu, mereka bisa merasa memiliki dan turut menjaga kebersihan serta kenyamanan taman ini,” tambah Bobby Nasution.
Bobby juga menegaskan bahwa aturan insentif untuk pengusaha lokal ini harus segera diselesaikan sebelum masa jabatannya berakhir.
Dengan insentif tersebut, diharapkan masyarakat akan semakin termotivasi untuk menjaga taman ini dan merawat fasilitas yang telah dibangun dengan biaya hingga Rp191 miliar.
Membangun Komunitas yang Sehat dan Harmonis
Kepala Dinas Perumahan Permukiman Cipta Karya Penataan Ruang, Alexander Sinulingga, menjelaskan bahwa pembangunan Urban Community Park Kebun Bunga ini menggunakan skema multi years, yang berarti proyek ini dirancang dalam beberapa tahapan dan didanai melalui anggaran jangka panjang.
Proyek ini menjadi simbol dari metamorfosis Stadion Kebun Bunga yang kini bertransformasi menjadi ruang yang lebih modern dan dapat digunakan oleh semua lapisan masyarakat.












