TERITORIAL24.COM, JAKARTA-Pernyataan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati terkait gaji guru dan dosen kembali menuai polemik.
Sebuah video yang diunggah akun Instagram @randomable_ pada pertengahan Agustus 2025 menampilkan potongan pernyataan Sri Mulyani yang menyebut rendahnya gaji guru dan dosen sebagai tantangan bagi keuangan negara.
Dalam video yang diberi narasi “Menteri ini dipermalukan karena mempermasalahkan gaji guru yang dianggap itu beban negara”, terlihat cuplikan pernyataan yang kemudian dipadukan dengan tanggapan kritis sejumlah pihak.
Unggahan tersebut langsung viral dan mendapat ribuan komentar dari warganet.
Banyak netizen menilai pernyataan itu tidak pantas. Mereka menegaskan bahwa guru merupakan garda terdepan dalam mencerdaskan bangsa, bukan beban negara.
“Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Tidak selayaknya gaji mereka dipertanyakan,” tulis salah satu komentar yang disukai ribuan pengguna Instagram.
Sebelumnya, Sri Mulyani dalam forum Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia menegaskan bahwa alokasi anggaran pendidikan tahun 2025 mencapai Rp724,3 triliun.
Namun, ia mempertanyakan apakah pembiayaan gaji guru dan dosen sepenuhnya harus ditanggung negara, atau bisa melibatkan peran masyarakat.
Pernyataan ini kemudian menimbulkan tafsir beragam. Sebagian kalangan menilai Sri Mulyani mencoba mendorong partisipasi masyarakat dalam dunia pendidikan.
Sementara banyak pihak lainnya menilai pernyataan tersebut menunjukkan lemahnya komitmen negara terhadap kesejahteraan tenaga pendidik.
Video yang viral di Instagram itu semakin memperkuat kritik publik terhadap isu kesejahteraan guru dan dosen.
Banyak pihak mendesak pemerintah agar menjadikan pendidikan sebagai investasi utama, bukan sekadar beban anggaran.***












