Sistem tersebut dirancang agar panggilan darurat dapat mendeteksi lokasi dan mengirim ambulans dari fasilitas kesehatan terdekat.
“Yang kita butuhkan respons di bawah 10 menit. Semua rumah sakit harus terkoneksi dalam satu sistem yang bisa membaca titik lokasi dan langsung mengirim tim terdekat,” ujarnya.
Kerja sama itu direncanakan diformalkan melalui nota kesepahaman dengan rumah sakit pemerintah maupun swasta.
Ia menegaskan prioritas utama program tersebut adalah keselamatan warga.
Rico meminta seluruh perangkat daerah segera menindaklanjuti arahan tersebut dengan langkah konkret dan terukur.
“Tujuan akhirnya satu: pelayanan publik lebih cepat, efisien, dan bersih,” kata Rico.(Anggi)












