Kota Medan

Wali Kota Medan Dorong Digitalisasi dan Layanan Ambulans Terintegrasi

127
×

Wali Kota Medan Dorong Digitalisasi dan Layanan Ambulans Terintegrasi

Sebarkan artikel ini

TERITORIAL24.COM, MEDAN — Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan tiga arah utama pembenahan pelayanan publik di Kota Medan, yakni percepatan digitalisasi, penyediaan sistem ambulans terintegrasi, serta pengembalian layanan pengurusan Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) ke tingkat kelurahan.

Penegasan itu disampaikan dalam Rapat Kerja Tematik Pelaksanaan Pembangunan Kota Medan Tahun 2026 terkait peningkatan kualitas dan cakupan pelayanan publik di Kantor Wali Kota Medan, Jumat (20/2/2026).

Rapat dihadiri Wakil Wali Kota Zakiyuddin Harahap, Sekretaris Daerah Wiriya Alrahman, Kepala Bappeda Ferry Ichsan, serta pimpinan perangkat daerah.

Menurut Rico, digitalisasi menjadi kunci reformasi birokrasi karena dapat memangkas proses pelayanan yang dinilai lambat dan berbiaya tinggi.

“Digitalisasi memangkas proses yang memakan waktu dan biaya, masuk ke sistem yang lebih cepat dan efisien. Tapi sistem digital harus mudah dipakai masyarakat, jangan sampai malah mempersulit,” ujar Rico.

Ia menegaskan transformasi digital tidak boleh hanya berfokus pada teknologi, melainkan juga pada kesiapan pengguna dan integrasi sistem.

Perangkat daerah diminta memastikan sinkronisasi aplikasi daerah dengan sistem pemerintah pusat agar tidak terjadi tumpang tindih layanan.

Dalam rapat tersebut, Rico juga menyoroti tingginya beban pelayanan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Medan yang mencapai sekitar 1.600 warga per hari.

Kondisi itu, menurut dia, menunjukkan perlunya desentralisasi layanan administrasi kependudukan.

“Kalau Dukcapil bisa menyelesaikan KTP dalam sehari, kenapa kelurahan tidak bisa? Data sudah ada, tinggal verifikasi dan cetak. Jangan semua tersentralisasi,” katanya.

Ia meminta integrasi sistem segera disiapkan agar warga dapat mengurus dokumen kependudukan di kantor wilayah terdekat tanpa harus datang ke kantor pusat layanan.

Selain digitalisasi dan desentralisasi layanan administrasi, Rico mendorong pembentukan sistem tanggap darurat terintegrasi yang menghubungkan seluruh rumah sakit di Medan dalam satu jaringan digital.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *