Kota Medan

Walikota Medan Tekankan Ketahanan dan Estetika Infrastruktur Jalan dan Trotoar

187
×

Walikota Medan Tekankan Ketahanan dan Estetika Infrastruktur Jalan dan Trotoar

Sebarkan artikel ini

TERITORIAL24.COM, MEDAN — Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menekankan pentingnya ketahanan dan keindahan dalam pembangunan infrastruktur jalan dan trotoar guna membentuk wajah Kota Medan sebagai kota metropolitan. Penegasan itu disampaikannya saat memimpin Rapat Kerja Tematik II di Rumah Dinas Wali Kota Medan, Kamis, 15 Januari 2026.

Rapat yang membahas keterpaduan penataan, pengembangan, dan pengelolaan sistem jaringan jalan serta trotoar tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Kota Medan Wiriya Alrahman dan para pimpinan perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Medan.

Rico mengatakan persepsi masyarakat, baik warga maupun pendatang, terhadap kemajuan kota sangat dipengaruhi oleh kondisi jalan, trotoar, dan vegetasi. Namun, ia menilai hingga kini masih banyak infrastruktur yang belum tertata seragam dari sisi ukuran maupun desain.

“Niat kita sudah baik, tetapi infrastruktur jalan dan trotoar masih banyak yang belum rapi. Setiap ruas harus memiliki standar ukuran yang jelas. Penataan dimulai dari inti kota secara terencana, kemudian menyisir ke pinggiran,” kata Rico.

Ia juga menyoroti kerusakan trotoar yang kerap disebabkan oleh pertumbuhan akar pohon. Menurut dia, diperlukan solusi teknis agar pembangunan infrastruktur memiliki usia pakai yang panjang. “Buat cara terbaik supaya akar pohon tidak merusak lagi. Saya harap apa yang kita bangun berumur panjang,” ujarnya.

Dalam penataan kota, Rico menilai vegetasi menjadi unsur penting yang harus direncanakan sejak awal.

Ia meminta Dinas Lingkungan Hidup memastikan jenis tanaman yang digunakan memiliki ketahanan kuat namun tetap menghadirkan keindahan kota. “Harus keras dan kuat, tapi tetap estetis,” katanya.

Rico juga mengingatkan seluruh perangkat daerah agar bekerja secara terintegrasi dan menghindari ego sektoral.

Ia tidak ingin proyek infrastruktur dikerjakan berulang di lokasi yang sama akibat lemahnya koordinasi. “Kalau bisa semuanya sekali jalan. Jangan dibongkar berulang-ulang. Penganggaran harus konkret, efektif, dan efisien,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *