Religi

YWIR Resmi Bangun IBS 4 di Rokan Hilir, Perkuat Lahirnya Generasi Ulama Berkarakter Rabbani

79
×

YWIR Resmi Bangun IBS 4 di Rokan Hilir, Perkuat Lahirnya Generasi Ulama Berkarakter Rabbani

Sebarkan artikel ini

Peletakan batu pertama Islamic Boarding School (IBS) 4 di Tanah Putih menjadi langkah strategis Yayasan Wakaf Al Insan Riau dalam memperluas pendidikan Islam berbasis pembinaan karakter, akhlak, dan kepemimpinan

Peletakan batu pertama pembangunan Asrama dan Pesantren Islamic Boarding School (IBS) 4 Yayasan Wakaf Al Insan Riau (YWIR) di Desa Manggala Sakti, Kecamatan Tanah Putih, Kabupaten Rokan Hilir, Senin (27/7/2026). Prosesi tersebut menjadi penanda dimulainya pembangunan kampus IBS keempat yang diproyeksikan mencetak generasi ulama berkarakter Rabbani(Istimewa)

Ia menjelaskan tiga landasan utama yang menjadi fondasi pendidikan tersebut, yakni Tarbiyatun Nufus sebagai pembinaan kepribadian santri melalui sepuluh karakter yang dirangkum dalam tujuh Standar Kompetensi Lulusan (SKL), Tazwidul Arwah sebagai penguatan spiritual melalui Risalah Ma’tsuroh dan munajat, serta Takwiyatul Akhlaq yang menempatkan akhlak dan adab sebagai pondasi sebelum ilmu.

Dengan landasan tersebut diharapkan lahir generasi yang mampu membangun peradaban umat serta terhindar dari sikap pragmatis, nepotisme, dan paham sekuler.

Senada dengan hal itu, Pimpinan IBS 4 Kiyai Misran Jauhari berharap pesantren yang dipimpinnya mampu mencetak kader ulama dan dai yang memiliki ruh Bina Pribadi Islami dengan berpegang teguh pada nilai SPM (Sholeh, Pelayanan, dan Memimpin).

Pemerintah Dukung Penguatan Pendidikan Berasrama

Mewakili Bupati Rokan Hilir, Normansyah menyampaikan apresiasi atas pembangunan IBS 4 di Kecamatan Tanah Putih.

Menurutnya, kehadiran pesantren merupakan investasi jangka panjang dalam mencetak generasi yang berilmu, berakhlak, dan memiliki karakter kuat.

Dalam sambutannya, ia mengutip pemikiran Presiden ke-3 Republik Indonesia, B.J. Habibie, mengenai pentingnya pendidikan agama yang mengedepankan adab sebelum ilmu dan teknologi sebagai bagian dari upaya mencerdaskan kehidupan bangsa.

Normansyah juga menilai sistem pendidikan berasrama menjadi salah satu benteng efektif dalam menjaga generasi muda dari ancaman penyalahgunaan narkoba maupun dampak negatif media sosial, karena proses pembinaan karakter berlangsung secara intensif di lingkungan pesantren.

Optimistis Menjadi Pusat Peradaban Baru

Ketua YWIR Hidayatullah menyampaikan optimisme bahwa kehadiran IBS 4 akan menjadi titik awal lahirnya pusat peradaban Islam baru di Tanah Putih.

Ia mengibaratkan kawasan tersebut sebagaimana kisah Nabi Ibrahim AS yang memulai perjuangan di tanah yang gersang.

Dengan semangat wakaf dan perjuangan para penghafal Al-Qur’an, ia meyakini Desa Manggala Sakti akan dipenuhi keberkahan, menjadi kawasan yang hidup dengan aktivitas pendidikan, tumbuhnya permukiman baru, serta berkembangnya perekonomian masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *