Sementara itu, Ketua Dewan Pembina YWIR Buya Dr. (HC) H. Moh. Gazali, Lc. menutup rangkaian kegiatan dengan mengingatkan pentingnya membangun amal yang pahalanya terus mengalir sepanjang hayat.
Ia mengutip hadis Rasulullah SAW bahwa amal yang tidak terputus setelah seseorang wafat adalah sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan doa dari anak yang saleh.
Menginspirasi Penulisan “4 Pendekar IBS”
Momentum berdirinya IBS 4 juga menjadi inspirasi lahirnya gagasan penulisan buku berjudul “4 Pendekar IBS: Menerangi Cahaya dalam Peradaban Umat dan Bangsa.”
Gagasan tersebut muncul sebagai refleksi atas perjalanan empat kampus IBS yang kini berdiri di Kubang, Tenayan, Kuala Cinaku, dan Tanah Putih. Buku itu direncanakan mengangkat kiprah empat pimpinan kampus, yakni Kiyai Desnedi, Kiyai Jumakri, Kiyai Nor Rahmat, dan Kiyai Misran Jauhari, dalam membangun jaringan pendidikan Islam yang berorientasi pada pembinaan karakter, kepemimpinan, dan lahirnya generasi ulama penggerak bagi umat dan bangsa.
Dengan dimulainya pembangunan IBS 4, YWIR berharap dapat memperluas akses pendidikan Islam berkualitas di Provinsi Riau sekaligus melahirkan generasi Rabbani yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki akhlak mulia, kepemimpinan, serta komitmen kuat dalam mengabdi kepada agama, masyarakat, dan negara.***












