TERITORIAL24.COM, JAKARTA – Wakil Ketua MPR RI sekaligus Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PKS, Hidayat Nur Wahid (HNW), menyuarakan keprihatinannya terkait kasus keracunan massal yang dialami ribuan anak penerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurutnya, pemerintah perlu segera melakukan evaluasi menyeluruh agar tujuan mulia program tersebut benar-benar tercapai,.
Yakni menyehatkan anak bangsa, bukan sebaliknya menimbulkan masalah kesehatan serius.
Desakan ini disampaikan Hidayat pada Rabu (24/9/2025) di Jakarta. Ia menuturkan, banyak masyarakat yang mengadu kepadanya terkait berulangnya kasus keracunan makanan MBG.
Para orang tua siswa, aktivis pendidikan, hingga lembaga seperti Indonesia Corruption Watch (ICW) dan pimpinan DPR juga ikut menyuarakan hal serupa.
“Anak-anak adalah pihak yang paling berhak atas perlindungan negara. Namun justru mereka menjadi korban keracunan akibat mengonsumsi makanan MBG yang sebagian bermasalah.”
” Pemerintah wajib memastikan pelaksanaan program ini berjalan dengan aman, sehat, bergizi, halal, dan akuntabel,” ujar HNW.
Ribuan Anak Jadi Korban
Data Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) mencatat hingga September 2025 telah terjadi 6.452 kasus keracunan anak setelah menerima makanan MBG.
Bahkan, di Kabupaten Bandung Barat, kasus keracunan massal ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) karena jumlah korban yang sangat besar.
Hidayat menilai kondisi ini bertentangan dengan semangat Astacita Presiden Prabowo Subianto, yang menjadikan MBG sebagai salah satu program unggulan.
Tahun 2025, pemerintah mengalokasikan anggaran MBG sebesar Rp71 triliun, dan akan meningkat menjadi Rp335 triliun pada 2026.
“Jika situasi ini tidak segera dibenahi, kepercayaan masyarakat terhadap program MBG bisa runtuh.”
” Padahal, program ini seharusnya membawa manfaat nyata bagi anak-anak, khususnya dalam meningkatkan gizi mereka,” tegasnya.
Perlindungan Anak Jadi Prioritas
HNW menegaskan, UUD NRI 1945 Pasal 28B ayat 2 serta Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.












