Deli Serdang - Serdang Bedagai

Panen Padi Biofortifikasi di Sergai: Dari Sawah untuk Perangi Stunting dan Perkuat Ketahanan Pangan

78
×

Panen Padi Biofortifikasi di Sergai: Dari Sawah untuk Perangi Stunting dan Perkuat Ketahanan Pangan

Sebarkan artikel ini

TERITORIAL24.COM, SERDANG BEDAGAI — Upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kualitas gizi masyarakat mulai dikembangkan melalui budidaya padi biofortifikasi di Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai).

Hal itu terlihat dalam kegiatan panen padi biofortifikasi di Dusun Kelapa, Desa Melati 2, Kecamatan Perbaungan, Kamis (13/8/2026).

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 120 peserta yang terdiri atas petani dari sembilan kelompok tani (poktan), tiga Kelompok Wanita Tani (KWT), Dinas Pertanian Sergai, Katimker Sergai, BPP Sijonam, BPP Sei Rejo, para penyuluh pertanian lapangan (PPL), Fakultas Pertanian UISU, DPW Perhiptani Sumut, pengurus koperasi Kecamatan Perbaungan, serta perwakilan SPPG Kecamatan Perbaungan dan SPPG Tuntungan.

Panen padi biofortifikasi di Dusun Kelapa, Desa Melati 2, Kecamatan Perbaungan, Kamis (13/8/2026).

Panen dilakukan secara simbolis bersama para peserta. Dalam kegiatan tersebut, HarvestPlus Solutions juga menginisiasi upaya menghubungkan petani padi biofortifikasi dengan koperasi. Skema ini diarahkan agar beras hasil panen petani dapat disalurkan ke SPPG untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) sekaligus membantu upaya pengentasan stunting.

 

Sekretaris Dinas Pertanian Sergai, Kuami APd, MPd, mewakili Kepala Dinas Pertanian mengapresiasi kegiatan tersebut.

Pemerintah daerah berharap semakin banyak petani tertarik membudidayakan padi biofortifikasi karena selain memiliki manfaat gizi, varietas tersebut juga berpotensi memberikan hasil produksi yang tinggi.

Sulaiman Ginting, SP, yang turut membimbing petani dalam budidaya padi biofortifikasi, mengatakan minat petani terhadap varietas tersebut cukup tinggi. Namun, ketersediaan benih saat ini belum sepenuhnya mampu memenuhi kebutuhan petani.

Padi biofortifikasi merupakan padi yang dikembangkan untuk menghasilkan beras dengan kandungan zat gizi mikro lebih tinggi, seperti zinc atau zat besi. Peningkatan kandungan gizi dilakukan sejak tanaman tumbuh melalui proses pemuliaan tanaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *